Rayakan Hari Jadi Ke-6, Wisata Jopuro Gelar Pertunjukan Barong Terop Sampai Subuh

20240128_192538.jpg Kesenian Barong Terop dari Grup Barong Tresno Budoyo Kemiren Meriahkan Hari Jadi Ke-6 Wisata Jopuro (Foto: BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Dalam rangka memperingati hari jadi Ke-6 Wisata Jopuro, serangkaian dan selebrasi digelar suka cita, termasuk dimeriahkan oleh Kesenian Barong Terop dari grup Barong Tresno Budoyo Kemiren.


Acara perayaan hari jadi digelar di Wisata Jopuro yang berada di Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, pada Sabtu (27/01/2024) malan.


Serangkaian acara mulai dari pagi yaitu resepsi mengundang stakeholder yang bermitra dengan wisata Jopuro, perintis dan orang-orang yang ikut membuka destinasi Jopuro hingga puncak acara pada malam hari dimeriahkan oleh kesenian sampai subuh.


“Untuk malam full Barong Terop dari Desa Kemiren yang kami undang hingga subuh dan untuk rangkaian acara selesai pada jam 7 pagi besoknya,” ucap Samian selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jopuro.


Samian menjelaskan bahwa tujuan acara ini adalah ucapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas semua nikmat sekaligus selebrasi kerja keras team-teman untuk kesejahteraan bersama sehingga sama-sama menikmati atau menyenangkan masyarakat.


Setiap tahun perayaan Hari Jadi Wisata Japuro mempunyai konsep dan goals yang berbeda-beda tergantung permintaan dari masyarakat sehingga semua bisa merayakan.


“Konsepnya lebih ke basic masyarakat, wisata masyarakat. Jadi semua keinginan kita kembalikan ke masyarakat meskipun dalam pengelolaan hanya mengelola destinasi pariwisata namun untuk keputusan dari masyarakat, sehingga dengan adanya event tahunan ini menghasilkan acara hiburan seperti di malam hari ini. Dulu di tahun-tahun sebelumnya hiburannya berbeda-beda kebetulan malam ini barong yang kita usung karena ini keinginan masyarakat," tutur Samian.


Sementara itu, Rayis selaku Humas Wisata Japuro mengungkapkan bahwa masyarakat terbilang sangat kooperatif dan terbuka.


“Pendanaan dari anggaran murni dari income pendapatan wisata, 60% untuk operasional dan upah karyawan, 40% kita kembalikan ke sosial masyarakat yang mana utk pendanaan seperti ini kita mendapatkan income kita kembalikan ke masyarakat, jadi ketika masyarakat menginginkan acara hiburan seperti ini, kita kembalikan masyarakat," kata Rayis.


Di samping itu, masyarakat lokal sekitar terutama yang ikut berdagang merasa bersyukur dengan adanya event-event yang diadakan.


“Alhamdulillah bisa ikut andil berdagang dan melihat kesenian Barong saya merasa terbantu dan terhibur," ungkap salah satu pedagang.


Tantangan dan hambatan setiap saat datang silih berganti dan Wisata Jopuro optimis menjadi salah satu wisata yang dapat dikembangkan di masa depan,.


"Tantangan yang pernah dihadapi adalah pro dan kontra dalam pelaksanaannya, namun itu adalah keseimbangan, pengembangan dan pemantik kesolidan pembangunan destinasi wisata," imbuh Samian.


Ia menambahkan, harapannya setiap tahun ada target dan impian, di Ulang Tahun ke-6 ini meningkatkan kualitas SDM masyarakat lokal sesuai dengan tema yakni “Masyarakat Lokal Berdaya Kapasitas SDM Tinggi". (*)


Penulis: Sarifatun Nabilah