Wabup Banyuwangi Mujiono Tinjau Cek Kesehatan Gratis di Ponpes Ibnu Sina Genteng (Foto: Bahir/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, meninjau layanan cek kesehatan gratis dan edukasi kesehatan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Sina, Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2026 di Banyuwangi.
Dalam kesempatan itu, Mujiono menyampaikan sejumlah pesan kepada para santri. Dia mendorong santri tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga memperluas wawasan, meningkatkan penguasaan sains dan teknologi, serta mempersiapkan diri mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa.
Menurut Mujiono, santri memiliki posisi penting sebagai generasi penerus yang ikut menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, kekuatan pengetahuan dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman perlu terus diasah.
“Pesan saya kepada para santri, mereka harus menjaga kekuatan yang penting dalam membangun bangsa. Santri juga perlu menambah pengetahuan melalui ilmu-ilmu di luar referensi yang selama ini dipelajari,” ujar Mujiono.
Dia menilai perkembangan sains dan teknologi yang semakin cepat menuntut generasi muda untuk terus memperbarui pengetahuan. Santri diharapkan mampu mengikuti perubahan tersebut tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi landasan kehidupan mereka.
“Santri harus meningkatkan penguasaan sains dan teknologi. Perkembangannya semakin cepat, sehingga dibutuhkan pengetahuan terbaru agar santri bisa mengikuti perubahan zaman,” katanya.
Mujiono juga mendorong santri untuk memperluas pengalaman melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Menurutnya, kegiatan di luar lingkungan pesantren, termasuk studi tiru dan kunjungan saat liburan, dapat menjadi sarana untuk memahami persoalan sosial sekaligus menambah wawasan.
“Santri harus bergerak dari ruang pengabdian menuju ruang-ruang strategis di luar. Ketika ada kesempatan liburan atau studi tiru, santri bisa mempelajari lingkungan sekitar. Hal itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar memberikan pengalaman dan pengetahuan baru,” tuturnya.
Selain penguasaan ilmu, Mujiono menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga keberagaman di tengah masyarakat. Dia berharap santri dapat menjadi teladan dalam membangun toleransi, merawat persatuan, serta menjadi penyejuk ketika muncul perbedaan.
Menurutnya, bekal ilmu dan nilai-nilai yang dipelajari di pesantren dapat menjadi modal bagi santri untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
“Santri harus menjadi teladan dalam menjaga dan merawat keberagaman. Tingkatkan toleransi dan jadilah penyejuk di tengah perbedaan,” pesannya.
Mujiono juga mengingatkan pentingnya sikap tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Pesan tersebut dinilai relevan di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial dan teknologi digital.
“Santri harus bisa menjadi sosok yang tabayun dalam menerima informasi. Saring sebelum sharing, jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, santri juga didorong memiliki keberanian untuk berinovasi dan membangun kemandirian. Pemanfaatan teknologi informasi, kata Mujiono, perlu diarahkan untuk kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dia berharap berbagai bekal tersebut dapat mendorong santri Banyuwangi mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, sosial, teknologi, dan pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan di Kabupaten Banyuwangi bisa memberikan dampak positif. Masyarakatnya semakin maju dan sejahtera,” imbuhnya.
Kegiatan di Ponpes Ibnu Sina tersebut juga diisi dengan layanan cek kesehatan gratis dan edukasi kesehatan. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HSN dan HKN 2026, sekaligus upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat lingkungan pesantren.
Melalui kegiatan tersebut, santri diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memiliki bekal pengetahuan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. (ep)

