Petugas Menemui Dua Nelayan Selamat di Kapal yang Dihantam Ombak Besar Usai Berhasil Diselamatkan Kapal Lain (Foto: Satpolairud/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Cuaca buruk di perairan Teluk Biru, Muncar, Banyuwangi nyaris menelan korban jiwa. Kapal ikan kapal motor nelayan (KMN) Titis Jaya terbalik setelah dihantam ombak besar di kawasan Takdeken, Tanjung Perpat. Beruntung, dua nelayan di atas kapal tersebut berhasil diselamatkan kapal lain yang sedang melintas.
Peristiwa itu terjadi pada, Rabu (05/11/2025) malam sekitar pukul 24.00 WIB. Kapal jenis jaring tumbuk itu berangkat dari Pelabuhan Muncar siang harinya, pukul 12.30 WIB, dengan tujuan mencari ikan tengiri di sekitar perairan Teluk Biru.
Namun, setibanya di tengah laut, cuaca memburuk. Ombak tinggi dan angin kencang membuat lambung kapal bocor hingga akhirnya terbalik di koordinat 08° 31' 500'' S - 114° 35' 000'' T.
“Kapal tersebut dihantam gelombang besar hingga terbalik. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” ujar Kanit Satpolairud Muncar, Bripka I Wayan Wedhana, Sabtu (08/11/2025)
Sekitar pukul 01.00 WIB, kapal nelayan KMN Palarmuda III milik Haji Kasim yang sedang melintas melihat tanda bahaya di lokasi kejadian. Tanpa pikir panjang, awak kapal segera menolong dua korban yang masih bertahan di permukaan laut.
Keduanya diketahui bernama Santoso (45), sang nakhoda, dan Nawawi (67), anak buah kapal. Keduanya merupakan warga Dusun Kalimati, Muncar. Setelah diselamatkan, mereka langsung dievakuasi menuju Dermaga UPT PPP Muncar dan tiba sekitar pukul 05.00 WIB.
“Korban dalam keadaan selamat dan sehat. Kami bersama warga nelayan dan Posal Muncar membantu proses evakuasi saat kapal penyelamat bersandar di dermaga,” jelas Wayan.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material cukup besar. Kapal KMN Titis Jaya tenggelam di lokasi kejadian dan kini dipasangi jangkar untuk penandaan. Sejumlah peralatan berhasil diamankan, antara lain empat mesin kapal, satu unit genset, tiga boks ikan, satu jaring jenis tumbuk, dan satu katir kapal.
“Kapal sudah dipasangi jangkar agar posisinya bisa dipantau. Beberapa peralatan berhasil diselamatkan,” imbuhnya.
Polairud Muncar mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut, terutama di musim angin barat yang kerap memicu gelombang tinggi di perairan selatan Banyuwangi.
“Kami terus mengingatkan nelayan agar memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat dan segera mencari perlindungan jika cuaca memburuk,” pungkas Wayan Wedhana. (ep)

