Gunung Raung Terlihat dari Wilayah Kabupaten Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Aktivitas pendakian Gunung Raung melalui jalur Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, akan dihentikan sementara menjelang bulan suci Ramadan. Penutupan ini tertuang dalam surat pengumuman yang dikeluarkan Sekretariat Pendakian Gunung Raung (3.344 mdpl) tertanggal 9 Januari 2026.
Penutupan jalur pendakian diberlakukan mulai 3 Maret hingga 24 Maret 2026. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas pendakian dinyatakan ditutup sementara sebagai bentuk penghormatan terhadap Ramadan sekaligus persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri.
Penyedia jasa layanan pendakian Gunung Raung, Dimas Wahyu Pramana, menyebut kebijakan penutupan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun.
“Penutupan jelang Ramadan ini sudah menjadi rutinitas. Kurang lebih sekitar 21 hari jalur pendakian ditutup, dan setiap tahun memang selalu diberlakukan seperti ini,” ujar Dimas, Minggu (11/1/2026).
Selain untuk menghormati bulan suci, masa hiatus pendakian juga dimanfaatkan sebagai waktu pemulihan alam. Jalur pendakian diistirahatkan agar ekosistem tetap terjaga serta mengurangi tekanan aktivitas manusia di kawasan gunung.
Menurut Dimas, pihak penyedia trip pendakian sudah mengantisipasi penutupan ini sejak jauh hari dengan tidak membuka jadwal pendakian selama masa penutupan, sehingga tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap layanan pendakian.
Meski demikian, ia mengakui penutupan sementara ini tetap memberi dampak kecil bagi sebagian warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pendakian, seperti ojek gunung, porter, hingga pemandu. Kondisi tersebut diperparah dengan musim panen kopi yang telah berlalu.
“Ya mau bagaimana lagi, ini sudah rutinitas tahunan. Mau tidak mau harus dihadapi,” kata Dimas.
Selama masa penutupan, pengelola juga akan melakukan sejumlah kegiatan perawatan, mulai dari pembersihan jalur hingga perbaikan fasilitas pendakian, termasuk shelter yang mengalami kerusakan ringan.
“Untuk perbaikan akan ditangani pos perizinan karena sudah ada dana jalur. Seperti sebelumnya, perbaikan di camp 4, 5, dan 7 itu sepenuhnya ditangani pihak perizinan,” pungkasnya.
Dengan penutupan sementara ini, diharapkan kondisi jalur pendakian Gunung Raung dapat kembali optimal dan aman saat dibuka kembali usai Ramadan. (ep)

