Bakar Sampah, Api Merembet ke Rumah Warga di Cluring Banyuwangi, Kerugian Sekitar Rp105 Juta

1aauigu1.jpg Kebakaran Rumah di Desa Tampo, Kec. Cluring Berhasil Dipadamkan (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di Jalan Simbar, RT 001/RW 006, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Selasa (11/08/2026). Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian membesar akibat tiupan angin dan merembet ke bangunan rumah warga.


Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Laporan diterima Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi pada pukul 13.46 WIB.


Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, setelah menerima laporan, petugas langsung meneruskan informasi kepada personel sektor Srono, Bangorejo, dan Genteng untuk melakukan penanganan.


"Begitu laporan diterima, informasi langsung kami teruskan kepada personel piket jaga untuk segera menuju lokasi. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 14.03 WIB dan langsung melakukan pemadaman," kata Edy.


Sebanyak enam personel dari Sektor Srono, Sektor Bangorejo, Sektor Genteng serta relawan pemadam kebakaran (Redkar) diterjunkan dalam penanganan tersebut. Petugas juga didukung perangkat Desa Tampo, TNI dan Polri.


Petugas kemudian melakukan pemadaman dengan menggelar dua bentang selang berukuran 1,5 inci yang dilengkapi satu nozzle. Selang tersebut terhubung langsung dengan unit mobil pemadam.


Untuk menjaga pasokan air selama proses pemadaman, mobil pemadam dari sektor Srono dan Genteng melakukan suplai air secara bergantian.


"Pemadaman dilakukan dari sisi utara dan selatan untuk memutus penjalaran api agar tidak merembet ke bangunan lainnya. Setelah itu petugas melanjutkan penyemprotan ke bagian dalam rumah," ujar Edy.


Area bangunan yang terdampak kebakaran memiliki panjang sekitar 16 meter dan lebar 12 meter. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.33 WIB. Namun, petugas masih melakukan pendinginan dan pemeriksaan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman pada pukul 16.45 WIB.


Edy menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen awal, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah di halaman rumah milik Sutik. Rumah tersebut dalam kondisi kosong karena baru dibeli oleh anak Sutik yang saat ini bekerja di luar negeri.


"Diduga api bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan saat pembersihan halaman. Api diduga belum benar-benar padam, kemudian membesar karena hembusan angin yang cukup kencang dari arah utara menuju selatan," jelasnya.


Bara atau percikan api kemudian diduga menyambar material yang mudah terbakar hingga api merambat ke rumah milik Sugianto AS yang berada tepat di sebelahnya.


Saat kebakaran terjadi, Sugianto yang berusia 61 tahun diketahui sedang berada di dalam rumah dalam kondisi sakit dan tengah berbaring. Api kemudian diketahui oleh anak Sugianto yang baru pulang dari sekolah.


Anak Sugianto bersama warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, kencangnya hembusan angin membuat kobaran api semakin membesar sehingga sulit dikendalikan.


"Warga sudah berusaha melakukan pemadaman secara manual. Namun karena angin cukup kencang, api semakin membesar dan akhirnya dilaporkan kepada Call Center Damkarmat," tutur Edy.


Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp105 juta, meliputi bangunan dan perabotan rumah.


"Untuk korban jiwa maupun luka nihil. Kerugian materiil sementara ditaksir sekitar Rp105 juta, berupa bangunan dan perabotan rumah," ungkap Edy.


Setelah api benar-benar padam, petugas melakukan proses overhaul atau pendinginan dengan menyisir seluruh area yang terbakar. Titik-titik yang masih memiliki suhu tinggi disemprot air untuk memastikan tidak ada bara maupun sumber panas yang dapat memicu kebakaran kembali.


Petugas juga melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi bahaya bagi warga. Tim investigasi turut mengumpulkan data dan keterangan saksi untuk memastikan penyebab kebakaran.


Edy mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan aktivitas pembakaran sampah sebelum memastikan api benar-benar padam.


"Pembakaran sampah harus diawasi dan jangan ditinggalkan sebelum api dipastikan benar-benar padam. Apalagi ketika kondisi angin cukup kencang, bara atau percikan api dapat terbawa angin dan menyambar material mudah terbakar di sekitarnya," pungkasnya. (ep)