Simbolis Penyerahan Bagi Hasil Gebyar Pesona Pantai Boom 2026 (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) kembali menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui gelaran Gebyar Pesona Pantai Boom 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Boom Marina Banyuwangi, tepatnya di Warung Mal Isun, Jumat (24/04/2026), menjadi wujud sinergi antara perusahaan dan warga Kelurahan Kampung Mandar.
Gebyar Boom sendiri merupakan tradisi masyarakat Kampung Mandar yang telah berlangsung sejak awal 2000-an. Sejak dikelola PPI pada 2016, kegiatan ini dikembangkan menjadi agenda yang lebih profesional tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal.
Plh. General Manager Unit Bisnis Boom Marina Banyuwangi, Monique Dwi Wijayanti, menyampaikan bahwa kemitraan ini mengedepankan pengelolaan yang transparan dan berdampak sosial.
“Sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam memajukan kesejahteraan masyarakat, hasil dari penyelenggaraan event dialokasikan secara akuntabel untuk pemberdayaan sosial dan keagamaan serta penguatan swadaya masyarakat,” kata Monique.
Program pemberdayaan tersebut mencakup penyaluran santunan bagi anak yatim dan bantuan untuk fakir miskin, dukungan operasional masjid dan musholla, hingga bantuan dana kas RT/RW di wilayah Kampung Mandar. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya peluang usaha serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan simbolis bagi hasil dari PPI kepada panitia Gebyar Pesona Pantai Boom Kampung Mandar sebesar Rp 185.745.042 sebagai bentuk kolaborasi yang berkelanjutan dan juga cinderamata.
Ketua Panitia Gebyar Pesona Pantai Boom 2026 Saha yang diwakili Nur Yasin menyebut kegiatan ini telah berjalan selama 24 tahun dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat.
“Harapannya selama 24 tahun ini tidak berhenti di sini saja tetapi lanjut dan ada evaluasi seperti ini untuk meningkatkan sinergi kita,” ujar Yasin.
Sinergi antara PPI dan masyarakat dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi berantai, mulai dari penguatan usaha kecil hingga peningkatan kesempatan kerja di wilayah Kampung Mandar. Selain itu, transparansi dalam pengelolaan hasil kegiatan juga diharapkan memperkuat kepercayaan publik.
Melalui kolaborasi ini, pengembangan kawasan wisata tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pengurangan angka pengangguran di Banyuwangi. (rq)

