Tangani Kasus Mafia Tanah, Polresta Banyuwangi Raih Penghargaan dan Pin Emas dari Menteri ATR/BPN

20231108_165246.jpg Kapolresta dan Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Menerima Penghargaan dari Menteri ATR/BPN di Jakarta

BWI24JAM.CO.ID, Jakarta - Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa, Kepala BPN Mojokerto yang sebelumnya menjabat Kepala BPN Banyuwangi, Budiono, dan Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja, mendapatkan Piagam Penghargaan dan Pin Emas dari Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto atas prestasinya dalam penanganan kasus mafia tanah di Kabupaten Banyuwangi. 


Pemberian penghargaan dan Pin Emas dilaksanakan pada acara Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan pada hari Rabu (8/11/2023) di Jakarta, yang juga dihadiri oleh Kapolri, Panglima TNI, Jaksa Agung, Para Kapolda beserta Dirreskrimum Polda se-Indonesia, Para Kajati beserta Aspidum se-Indonesia, dan Para Kakanwil BPN beserta selurun Kakantah BPN se-Indonesia. 


Polresta Banyuwangi telah berhasil melakukan langkah-langkah penyelesaian konflik sosial di bidang agraria yang telah berlangsung puluhan tahun secara efektif melalui Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Sosial yang pembentukannya diinisiasi dan didorong oleh Kapolresta Banyuwangi dengan Tim Teknis Internal Polresta yang telah dibentuk.


Permasalahan yang terjadi adalah konflik lahan HGU antara PT. Bumisari Maju Sukses dengan Masyarakat Desa Pakel yang telah berlangsung sejak 2002. Ada 400-an hektar lahan HGU yang diambil alih sepihak oleh warga sejak 2018 dan memicu konflik antara masyarakat dengan pihak perusahaan. 


"Penyelesaian kasus menggunakan pendekatan hukum progresif dengan mengedepankan kemanfaatan hukum dan mediasi untuk mencari win-win solution ditangani secara terpadu oleh Polresta Banyuwangi, Pemkab Banyuwangi dan BPN Banyuwangi," terang Kapolresta Banyuwangi. 


Kondisi saat ini, upaya penegakkan hukum dilakukkan secara terukur terhadap aktor intelektual pemicu konflik, dan dilakukan upaya mediasi untuk mencari jalan tengah dengan pemanfaatan lahan bersama.


Selain penyelesaian konflik tersebut, Polresta Banyuwangi melalui Sat Reskrim Polresta Banyuwangi telah melakukan kerjasama yang efektif dalam penegakkan hukum terhadap aktor-aktor mafia tanah di Banyuwangi sesuai dengan 2 Laporan Polisi yang saat ini sedang diproses. (*)