Asosiasi Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (AKDKMP) Banyuwangi Resmi Dibentuk

1koo.jpg Asosiasi Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (AKDKMP) Banyuwangi Resmi Dibentuk (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Asosiasi Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (AKDKMP) Banyuwangi resmi dibentuk sebagai wadah koordinasi koperasi desa dan kelurahan, melalui deklarasi yang digelar di Hedon Café & Resto, Kecamatan Giri, Senin (09/02/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan 46 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP–KKMP) dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi. Forum deklarasi sekaligus menetapkan struktur kepengurusan awal, dengan Imam Maskun dipercaya sebagai Ketua Umum AKDKMP Banyuwangi melalui kesepakatan peserta.


"Pembentukan AKDKMP dimaksudkan sebagai wadah bersama koperasi desa dan kelurahan dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan profesionalisme pengelolaan koperasi, serta memperluas jaringan kerja sama usaha. Asosiasi ini juga menjadi ruang konsolidasi aspirasi pengurus koperasi di tingkat desa dan kelurahan agar lebih terarah dan terorganisasi," ujar Imam.


Secara kelembagaan, AKDKMP Banyuwangi diposisikan sebagai rumah besar koperasi desa-kelurahan, sekaligus jembatan komunikasi antara pengurus koperasi dengan pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Asosiasi ini juga dirancang untuk memperkuat perlindungan hukum, akses informasi, serta pertukaran praktik pengelolaan koperasi antaranggota.


Pembentukan asosiasi tersebut menegaskan bahwa gerakan koperasi di Banyuwangi merupakan bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Arah gerak asosiasi menitikberatkan pada penguatan basis ekonomi masyarakat melalui koperasi sebagai instrumen produksi, distribusi, dan layanan keuangan berbasis komunitas.


Gerakan ini sejalan dengan orientasi pembangunan nasional yang menempatkan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai pilar perekonomian rakyat, termasuk dalam kebijakan pemerintah terkait kemandirian ekonomi, penguatan sektor desa, serta pemerataan kesejahteraan.


Dalam dokumen tujuan yang disepakati bersama, AKDKMP Banyuwangi menetapkan enam fokus utama. Pertama, peningkatan peran dan sinergi antar koperasi desa dan kelurahan untuk memperkuat kontribusi koperasi terhadap pembangunan ekonomi lokal. Kedua, pengembangan usaha melalui penguatan inovasi, peningkatan produktivitas, serta pembukaan peluang investasi yang berkelanjutan.


Ketiga, advokasi dan penciptaan iklim usaha yang kondusif dengan memperjuangkan regulasi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan koperasi. Keempat, penguatan kemitraan strategis bersama pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan institusi lainnya.


Kelima, pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pengurus dan anggota koperasi melalui program edukasi, pendampingan, serta bantuan teknis manajerial dan usaha. Keenam, peningkatan kesejahteraan anggota secara ekonomi dan sosial melalui pengelolaan koperasi yang sehat dan transparan.


Dengan terbentuknya AKDKMP Banyuwangi, koperasi desa dan kelurahan diharapkan bergerak secara terkoordinasi. Ke depan, asosiasi akan menyusun agenda kerja yang mencakup konsolidasi anggota, pemetaan potensi usaha koperasi, serta perumusan program bersama yang terintegrasi dengan arah pembangunan daerah dan kebijakan nasional di bidang perkoperasian dan ekonomi kerakyatan. (*)