Gas Melon di Sempu Banyuwangi Langka, Warga Muter-muter Cari Stok Meski Pemerintah Sebut Aman

1bini.jpg Ilustrasi AI

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kondisi di lapangan terkait ketersediaan Elpiji 3 kg di Kecamatan Sempu, Banyuwangi, tampak kontradiktif dengan pernyataan resmi pemerintah. Di saat otoritas menjamin stok aman, warga justru mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon sejak dua hari terakhir.


Pantauan dari laporan warga di media sosial, kelangkaan ini terjadi merata di beberapa desa, mulai dari Gendoh, Temuguruh, hingga wilayah perbatasan Genteng. Banyak warga harus berjuang ekstra hanya untuk mendapatkan satu tabung gas subsidi.


Salah satu warga, Mamazi, mengaku sudah mencari gas melon hingga ke luar wilayah namun hasilnya nihil. "Saya dari 2 hari lalu sudah muter-muter Genteng sampai Sempu gas melon kosong tidak dapat. Akhirnya beli tabung pink (Bright Gas) daripada tidak bisa masak," keluhnya dalam sebuah pesan singkat, Sabtu (14/3/2026).


Senada dengan itu, Putri menceritakan perjuangannya yang berakhir kecewa. "Aku tadi dari Gendoh, Tanah Miring, Karangsari, Karanganyar kosong semua. Ada satu toko tapi katanya sudah pesanan orang. Bingung besok jualan bagaimana kalau gas habis total," tulisnya.


Keluhan warga ini berbanding terbalik dengan hasil sidak yang dilakukan Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, bersama PT Pertamina (Persero) pada Kamis (12/03/2026). Dalam peninjauan di sejumlah agen di Rogojampi, Pemkab memastikan stok Elpiji 3 kg di Banyuwangi dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri.


"Dari Pertamina dan agen menyampaikan stok aman. Sudah dialokasikan sesuai kebutuhan, bahkan Pertamina siap menambah kuota untuk Banyuwangi 250 persen. Jadi masyarakat jangan panik," tegas Mujiono saat meninjau agen PT Pelangi Migas Abadi.


Sales Branch Manager Malang VI Gas Pertamina Patra Niaga, M. Salman al Farisi, menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi, pihaknya akan menambah pasokan secara signifikan.


"Untuk hari biasa kuota Banyuwangi sebesar 63.500 tabung/hari. Mulai hari Minggu besok kuota akan kami tambah 250 persen, dan pengiriman siap dilakukan tiap hari," kata Salman. Ia juga mengingatkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) di Banyuwangi tetap di angka Rp 18.000 per tabung.


Meski pasokan dari Pertamina diklaim melimpah, warga di tingkat akar rumput justru merasakan hal berbeda. Muncul dugaan adanya oknum yang menahan stok untuk mengambil keuntungan pribadi.


Warga bernama Tohari menyebutkan adanya keganjilan distribusi di lapangan. "Stok aman di pangkalan, tapi di lapangan beda lagi. Kemarin saya start dari Karangsari sampai Rogojampi slot kosong. Katanya sudah pesanan orang. Kemungkinan ditimbun, baru dikeluarkan H+1 atau H+2 tapi dengan harga 'ngelos' (di atas HET)," ungkapnya.


Perbedaan situasi antara klaim "stok aman" di tingkat agen dengan "kosong" di tingkat pengecer ini membuat warga berharap pihak kepolisian dan dinas terkait tidak hanya melakukan sidak di tingkat agen besar, namun juga mengawasi distribusi hingga ke pangkalan di desa-desa agar tidak terjadi permainan harga dan penimbunan. (ep)