Keterbatasan Bukan Penghalang, Pemuda Asal Banyuwangi Ini Kuliah di Kampus Pariwisata Ternama Inggris

1suhubj.jpg Keterbatasan Ekonomi Tak Halangi Santosa, Pemuda Asal Banyuwangi Kini Kuliah di The University of Surrey, Inggris (Foto: Santosa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Perjalanan pendidikan Santosa, pemuda asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, menjadi kisah perjuangan meraih pendidikan tinggi hingga ke luar negeri.


Alumni jurusan Pariwisata dan Perhotelan SMK Negeri 1 Banyuwangi itu berhasil meraih Global Leadership Scholarship Award dan diterima melanjutkan pendidikan magister Manajemen Pariwisata Internasional di The University of Surrey, Inggris.


Beasiswa tersebut menjadi langkah baru bagi Santosa untuk mendalami pengembangan pariwisata global. Program yang ditempuhnya dirancang untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan dan inovasi di bidang pariwisata dan hospitality.


Pria berusia 26 tahun tersebut berasal dari keluarga kurang mampu. Sejak berusia tiga tahun, ia dibesarkan oleh sang nenek yang bahkan tidak bisa membaca dan menulis.


“Saya adalah generasi pertama di keluarga yang bisa mengejar pendidikan dari SD hingga Magister luar negeri,” ujarnya.


Perjalanan Santosa menuju pendidikan tinggi juga tidak mudah. Setelah lulus SMK, ia sempat hampir tidak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Kondisi tersebut berubah setelah dirinya mendapatkan beasiswa Bidikmisi untuk menempuh pendidikan S1 di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Bali.


“Nenek saya dulu ingin saya langsung bekerja setelah SMK karena kami tidak punya biaya untuk kuliah. Namun, hadirnya beasiswa Bidikmisi telah menjadi jembatan penghubung untuk mengakses pendidikan tinggi dan mengubah arah hidup saya sepenuhnya, serta atas dorongan dan motivasi dari guru saya dulu bernama Bu Astari Asri Lestari dan Ibu Rohimah,” ungkapnya.


Selama menempuh pendidikan, Santosa juga meraih sejumlah prestasi. Ia pernah dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Undiksha dan meraih predikat lulusan berprestasi pamuncak tingkat universitas.


Pengalamannya tidak hanya dibangun melalui pendidikan. Santosa juga memiliki pengalaman profesional di industri hospitality internasional, termasuk di Ayers Rock Resort Uluru, Australia, Wyndham Alpine Resort di Victoria, serta salah satu hotel berbintang lima di Nusa Dua, Bali.


Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia mengikuti proses seleksi perguruan tinggi di luar negeri. Santosa mengaku sempat diterima di sembilan kampus ternama lainnya di Inggris, Australia dan Selandia Baru, termasuk University of Glasgow, Queensland University dan Waikato University.


Kini, melalui studi magisternya, Santosa ingin memperkenalkan budaya dan kuliner Indonesia di Inggris, memperluas jejaring melalui konferensi pariwisata global, serta berkontribusi pada pengembangan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas.


“Everyone deserves education agar menjadi sumberdaya yang cerdas yang mampu menjadi problem solver terhadap masalah urgent yang ada di sekitar kita. Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi ,ika saya bisa melaluinya, setiap orang pun juga, terlepas dari latar belakang apapun,” pesannya. (rq)