Pasar Murah di Kantor Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi (Foto: Bagir/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Program pasar murah yang digelar Pemerintah Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menarik perhatian warga. Selisih harga sejumlah kebutuhan pokok hingga Rp 3.000 dibandingkan harga eceran membuat masyarakat berbondong-bondong berbelanja di halaman Kantor Kecamatan Genteng.
Pasar murah yang digeber sejak tanggal 27 Oktober hingga 29 Oktober 2026 ini, menjajakan telur ayam ras dengan harga jual Rp 20 ribu per kilogram. Sementara itu, gas elpiji 3 kilogram dipasarkan Rp 18 ribu per tabung. Harga yang lebih rendah dibandingkan toko dan warung eceran menjadi daya tarik bagi warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sejak pagi, masyarakat mulai berdatangan ke lokasi dan mengantre di sejumlah stan. Telur ayam ras menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati. Dengan harga Rp 20 ribu per kilogram, pembeli dapat menghemat sekitar Rp 3.000 dari harga eceran yang mencapai Rp 23 ribu.
Gas elpiji 3 kilogram atau gas melon juga ramai diburu. Komoditas tersebut dijual Rp 18 ribu per tabung, lebih hemat Rp 2.000 dibandingkan harga di sejumlah toko atau warung yang mencapai Rp 20 ribu.
Camat Genteng, Khoirul Hidayat, menilai ramainya pengunjung menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan akses terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk membantu warga menghadapi pengeluaran rumah tangga.
“Selain telur, gas melon juga cukup banyak dicari masyarakat. Kami berupaya menghadirkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih ringan agar warga bisa berbelanja sesuai kemampuan,” ujar Khoirul.
Tak hanya telur dan elpiji, pasar murah itu juga menyediakan minyak goreng. Komoditas tersebut dijual sekitar Rp 20 ribu per liter, sedangkan harga di pasaran berkisar Rp 21 ribu per liter.
Untuk menghadirkan berbagai kebutuhan tersebut, pihak kecamatan menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, di antaranya KDS dan Paguyuban Peternak Telur Genteng.
Khoirul menjelaskan, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar kegiatan pasar murah dapat menyediakan barang yang dibutuhkan masyarakat dengan harga bersaing. Selain membantu meringankan biaya belanja, program tersebut diharapkan dapat menjadi langkah untuk menjaga daya beli warga ketika harga kebutuhan pokok mengalami perubahan.
“Kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kami berusaha membantu warga sekaligus mengantisipasi dampak kenaikan harga di pasaran,” imbuhnya.
Manfaat kegiatan itu juga dirasakan Waginten, warga Kembiritan. Ia mengaku terbantu karena selisih harga sejumlah barang membuat pengeluaran belanja menjadi lebih hemat.
“Alhamdulillah, kegiatan seperti ini membantu sekali. Selisih harganya bisa digunakan untuk menghemat pengeluaran kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Selain pasar murah, rangkaian kegiatan di Kecamatan Genteng juga menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk), layanan SIM keliling, hingga pusat jajanan kuliner. Beragam layanan tersebut memudahkan warga mengakses kebutuhan administrasi dan menikmati produk kuliner tanpa harus mendatangi lokasi berbeda.
Dinda, warga Kembiritan, mengaku terbantu dengan layanan administrasi kependudukan yang tersedia di lokasi. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengurus perpindahan alamat salah satu anggota keluarganya.
Menurut Dinda, layanan yang lebih dekat dengan tempat tinggal membuat pengurusan dokumen menjadi praktis dan menghemat waktu perjalanan.
Ia berharap pelayanan serupa bisa kembali digelar sehingga masyarakat dapat mengurus administrasi kependudukan dengan lebih mudah. (ep)

