Kue Patola Khas Banyuwangi Laris Manis Saat Ramadan, Sehari Produksi 60 Kg Adonan

1u8udi.jpg Kue Patola Khas Banyuwangi yang Musim saat Ramadan (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Kue patola khas Banyuwangi menjadi salah satu jajanan tradisional yang selalu diburu saat Ramadan. Cita rasanya yang gurih dan manis membuat kue berbahan dasar tepung beras ini laris manis, bahkan pesanan datang dari luar daerah.


Istifala (58), perajin kue patola, mengaku dalam sehari mampu mengolah hingga 60 kilogram adonan. Produksi biasanya dibagi dua waktu, pagi dan sore hari.


“Sehari bisa buat 60 kilogram adonan. Paginya sedikit, sorenya buat lebih banyak,” ujar Istifala.


Adonan tersebut dibuat dari tepung beras yang diolah dengan pewarna alami makanan, lalu dikukus hingga matang. Dalam satu lembar patola berisi 15 biji dan dijual seharga Rp 8.000.


“Ini bahannya dari tepung beras lalu diolah jadi kue patola. Lakunya memang paling keras saat Ramadan saja. Pesanan dari Banyuwangi sampai Situbondo,” katanya.


Dalam sehari, omzet kotor yang diperoleh bisa mencapai Rp 2 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp 1,5 juta. Usaha yang telah dirintis secara turun-temurun itu kini memasuki generasi ketiga dan sudah berjalan sekitar 20 tahun.


Istifala juga memberdayakan lima karyawan yang merupakan keluarga dan saudara sendiri untuk membantu proses produksi.


“Harus telaten dan tidak boleh terburu-buru saat proses pengukusan supaya hasilnya bagus,” tambahnya.


Kelezatan patola juga diakui para pembeli. Ismawati, warga sekitar, mengaku hampir setiap hari membeli kue tersebut untuk hidangan berbuka puasa.


“Rasanya maknyus, patolanya enak, gurih manis. Harganya Rp 8.000, ini saya beli dua. Hampir setiap hari beli untuk hidangan puasa. Biasanya dicampur gula, santan, dan sedikit garam,” ujarnya.


Pembeli lainnya, Dwi Sri asal Bulusan, Ketapang, mengaku baru pertama kali mencoba patola setelah melihatnya di media sosial.


“Isinya lebih banyak, 15 biji dengan harga Rp 8.000. Baru kali ini nyoba karena tahu lewat TikTok, kelihatan menggiurkan,” katanya.


Dengan permintaan yang melonjak selama Ramadan, kue patola khas Banyuwangi ini menjadi salah satu takjil favorit yang selalu dinantikan warga setiap tahunnya. (ep)