Edukasi dan Deklarasi Anti Bullying di MTs Darul Ulum, Wringinputih, Muncar, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan dilakukan MTs Darul Ulum, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Bullying, madrasah tersebut menggelar seminar edukasi anti bullying yang diikuti sekitar 600 peserta, Jumat (17/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman MTs Darul Ulum mulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIB itu diikuti seluruh siswa, dewan guru, serta staf madrasah. Seminar menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, Moch Hoiron, dengan moderator Shabibur Rahmat.
Kepala MTs Darul Ulum, H. Burhanuddin, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan maupun pergaulan sehari-hari.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh siswa agar lebih bijak menyikapi berbagai bentuk bullying yang saat ini masih sering terjadi. Pencegahan perundungan bukan hanya menjadi tanggung jawab siswa, tetapi juga guru dan seluruh warga sekolah. Karena itu, kami berkomitmen mendeklarasikan lingkungan madrasah yang bebas dari bullying," ujarnya.
Dalam pemaparannya, Moch Hoiron mengingatkan para siswa agar lebih berhati-hati dalam bergaul di tengah maraknya kasus perundungan. Ia menjelaskan berbagai bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ucapan, tindakan mengucilkan, hingga perundungan melalui media sosial yang dapat berdampak pada kondisi psikologis maupun perkembangan anak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala MTs Darul Ulum H. Burhanuddin, dilanjutkan seminar anti bullying, kemudian ditutup dengan deklarasi anti bullying yang dipimpin Ketua OSIS MTs Darul Ulum, Muh. Syafiq Miftahul Hariri.
Melalui deklarasi tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk perundungan dan bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta saling menghormati bagi seluruh warga sekolah. (*)

