Ombak Besar Seret Pemanah Ikan di Pulau Merah Banyuwangi, Korban Belum Ditemukan

Desain_tanpa_judul11.png Foto: Istimewa

BWI24JAM.CO.ID – Aktivitas memanah ikan di kawasan wisata Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, berputar petaka. Seorang pria dilaporkan hilang setelah tersapu gelombang besar saat berburu ikan di kawasan bebatuan Parang Cuncun, Rabu (15/7/2026) pagi. 


Korban diketahui berinisial JS (37), warga Kecamatan Bangorejo. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir dump truck itu hingga Rabu siang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Kasatpol Airud Polresta Banyuwangi Kompol Muchamad Wahyudi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, laporan diterima petugas sekitar pukul 06.15 WIB setelah korban diduga terseret ombak saat berada di atas batu karang.

Benar, kami menerima laporan adanya kecelakaan laut di kawasan Parang Cuncun, Pantai Pulau Merah. Seorang warga yang sedang memanah ikan dilaporkan hilang setelah dihantam gelombang tinggi, kata Wahyudi.

Ia menjelaskan, korban berangkat menuju lokasi bersama tiga rekannya sekitar pukul 04.30 WIB dengan tujuan mencari ikan menggunakan alat panah tradisional. Setibanya di lokasi, korban memilih berdiri di atas bebatuan yang berada di bibir pantai untuk mendekatkan ikan.

Namun, ketika sedang fokus berburu, gelombang besar tiba-tiba datang menghantam kawasan karang. Korban tidak sempat menyelamatkan dirinya dan langsung terseret arus ke tengah laut.

"Korban saat itu berada di atas batu karang. Tiba-tiba datang gelombang besar yang langsung menarik korban hingga hilang dari pandangan rekan-rekannya," ujarnya.

Melihat kejadian tersebut, dua rekan korban yang berada tak jauh dari lokasi panik dan berusaha melakukan pencarian secara mandiri. Namun derasnya arus dan tingginya gelombang membuat usaha itu tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos Satpol Airud Unit Pancer.

Menerima laporan itu, personel Satpol Airud Polresta Banyuwangi bersama tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Petugas melakukan asesmen awal sekaligus berkoordinasi dengan Basarnas, nelayan, dan relawan untuk melakukan penyisiran di sekitar titik korban yang diduga terseret.

Wahyudi mengatakan proses pencarian terfokus di kawasan sekitar Parang Cuncun hingga perairan selatan Pulau Merah dengan mempertimbangkan arah arus laut dan kondisi cuaca saat kejadian.

"Kami bersama tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian dan mengikuti pergerakan arus laut. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di atas batu karang ketika gelombang sedang tinggi karena sangat berbahaya," tegasnya.

Polisi mengingatkan wisatawan maupun warga yang beraktivitas di pesisir selatan Banyuwangi agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang. Kawasan bebatuan di Pantai Pulau Merah, khususnya Parang Cuncun, dikenal memiliki karakter ombak yang tinggi dan datang secara tiba-tiba sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.