Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan dalam Program PEKA (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan, Jumat (17/07/2026). Program ini bertujuan mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu membangun usaha mandiri melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan berkelanjutan.
Kegiatan yang digelar di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi tersebut dihadiri Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta sekitar 100 ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Selain pembekalan kewirausahaan, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan berbagai manfaat jaminan sosial, di antaranya Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja Meninggal bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) DBHCHT Kabupaten Banyuwangi, Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), hingga santunan kematian.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, Program PEKA dirancang agar santunan yang diterima ahli waris tidak hanya habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha yang produktif.
"Kami ingin memastikan manfaat yang diterima bisa berdaya guna dan menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak diberikan pembekalan, manfaat tersebut akan habis dalam hitungan satu atau dua bulan," ujar Saiful.

Ia menjelaskan, Program PEKA dijalankan melalui konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit. Peserta akan mendapat pelatihan, pendampingan usaha, hingga akses terhadap ekosistem pembiayaan dan pemasaran agar usahanya terus berkembang.
"Harapannya penerima manfaat bisa melanjutkan kehidupan lebih baik lagi dan menjadi penggerak ekonomi daerah," tambahnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik program tersebut. Menurutnya, PEKA menjadi salah satu skema yang mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanganan kemiskinan.
"Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kami terbantu dengan program dari BPJS Ketenagakerjaan. Mudah-mudahan ini bisa berjalan terus, beriringan dengan program pemerintah daerah," kata Ipuk.
Ipuk menambahkan, keberlanjutan program sangat bergantung pada semangat para penerima manfaat untuk mengembangkan usahanya.
"Keberlanjutan program ini tergantung dari penerima manfaat, apakah punya motivasi kuat untuk memajukan usahanya, berinovasi, dan ingin mandiri," ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Yasrul, ahli waris asal Desa Klatak, mengaku pelatihan tersebut dapat membantu mengembangkan usaha yang telah dirintis keluarganya.
"Mungkin dengan adanya pelatihan ini bisa kita kembangkan dan bermanfaat untuk mempertahankan perekonomian. Untuk sementara usaha kami Es Kopyor, setiap minggu berjualan di CFD dan di pertigaan Klatak," ungkap Yasrul.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap para ahli waris tidak hanya memperoleh perlindungan sosial, tetapi juga memiliki kesempatan membangun usaha yang dibekali ilmu mulai dari tata niaga hingga tata boga. (rq)

