Napak Tilas dan Bedah Buku, PC IPNU Banyuwangi Kenang Sejarah Perintis Organisasi

pc_ipnu_bwi2025.jpg PC IPNU Banyuwangi Mengadakan Napak Tilas dan Bedah Buku di Serambi Masjid Kiai Saleh Lateng, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyuwangi mengadakan napak tilas dan bedah buku, pada Jumat (28/02/2025).


Kegiatan ini juga sebagai bagian dalam rangka memperingati Harlah ke-71 IPNU serta bertujuan membina pelajar yang berwawasan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah an Nahdliyah.


Acara yang bertempat di serambi masjid Kiai Saleh Lateng, Banyuwangi ini dihadiri oleh puluhan pelajar yang tersebar di Kabupaten Banyuwangi.


Ketua PC IPNU Kabupaten Banyuwangi Dwi Ainul Haqiky mengapresiasi penuh terhadap rangkaian kegiatan yang di prakarsai Departemen Dakwah ini. 


"Kenapa kita penting belajar sejarah, karena tanpa kita mengetahui asal usul kita, tanpa kita mengetahui siapa jati diri kita sebenarnya, kita ke depan akan kehilangan arah. Sehingga kita penting sekali mempelajari sejarah, tentunya sejarah para perintis IPNU Banyuwangi di periode awal." kata Ainul.


"Napak tilas kali ini berada di makam perintis IPNU Banyuwangi, Kiagus Abdul Aziz. Sekaligus nanti diadakan penyematan prasasti, yang bertujuan untuk menjadi rujukan ziarah dan pengingat bagi kader-kader IPNU se-Banyuwangi", tambahnya. 


Narasumber dalam kegiatan ini yakni Ayung Notonegoro, seorang penulis buku Pelajar Bergerak: Fragmen Sejarah IPNU Banyuwangi, Founder komunitas pegon, sejarawan muda Banyuwangi sekaligus alumni IPNU Banyuwangi. 


"Ketika kita berbicara sejarah IPNU, bayangan kita pasti tertuju kepada Prof. DR. KH. Moh Tolchah Mansoer, S.H. Lantas apakah pendirian IPNU itu hanya menjadi saham, hanya memiliki kontribusi dari pelajar Jogjakarta saja. Lantas apakah pelajar-pelajar lain dari luar daerah termasuk di Banyuwangi tidak memiliki saham terhadap IPNU itu sendiri?" tutur Ayung.


"Dalam sejarahnya Banyuwangi ikut berkontribusi dalam Muktamar III Pimpinan Pusat IPNU, salah satunya Kiagus Abdul Aziz. Acara yang bersamaan dengan pelaksanaan “Pekan Olah Raga” (POR) Pertama tersebut, digelar pada 27 – 31 Desember 1958 di Cirebon." sambungnya.


Kegiatan ditutup dengan ziarah dan penyerahan prasasti dari PC IPNU Banyuwangi ke keluarga Kiagus Abdul Aziz. (*)