Umat Katolik di Muncar Banyuwangi Bagikan Paket Kue untuk Santri saat Hari Santri Nasional (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, diwarnai aksi berbagi lintas agama. Jemaat Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar membagikan sekitar 1.640 paket kue dan minuman kepada peserta kirab akbar Hari Santri, Kamis (22/10/2026).
Aksi tersebut menjadi gambaran kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Muncar. Ribuan paket makanan dan minuman dibagikan kepada para santri yang mengikuti kirab saat melintas di depan Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar.
Suasana semakin semarak dengan iringan musik mars Hari Santri yang mengiringi perjalanan peserta kirab. Jemaat gereja membagikan paket secara langsung sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat persaudaraan antarwarga.
Ketua Stasi Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar, Annastasia Dewi Susilaningsih, mengatakan paket tersebut berasal dari persembahan umat yang diberikan secara spontan untuk menyambut para santri.
"Kami berbagi kue dan minuman untuk para santri yang mengikuti kirab. Ada sekitar 1.640 paket kue dan minuman yang dibagikan. Ini diperoleh dari umat Stasi Muncar yang secara spontan memberikan persembahan untuk diberikan kepada santri yang mengikuti kirab," kata Annas.
Menurut Annas, kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi makanan dan minuman. Lebih dari itu, aksi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan baik antarwarga serta menumbuhkan semangat toleransi dan kepedulian di Kecamatan Muncar.
"Tujuan kami adalah untuk memupuk tali persaudaraan bersama di Kecamatan Muncar, khususnya supaya saling rukun, toleransi, peduli, agar kita menjadi warga negara yang baik untuk kemajuan bangsa Indonesia," tuturnya.
Pada momentum Hari Santri tahun ini, Annas juga memberikan apresiasi terhadap peran santri dalam kehidupan bermasyarakat. Dia menilai, keterlibatan santri dalam membantu pengamanan kegiatan keagamaan menjadi salah satu contoh kepedulian yang mampu mempererat hubungan lintas agama.
"Saya pribadi menilai peran santri sangat baik, apalagi di lintas agama terkait kegiatan pengamanan kegiatan keagamaan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HSN 2026 Kecamatan Muncar, Abu Dahrin, mengapresiasi aksi berbagi yang dilakukan jemaat Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana toleransi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana.
Dia berharap semangat kebersamaan seperti itu terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam merawat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Banyuwangi.
Kirab Akbar HSN 2026 di Kecamatan Muncar diikuti sekitar 2.000 peserta. Mereka terdiri dari santri berbagai pondok pesantren di Kecamatan Muncar, siswa-siswi madrasah, serta para guru yang tergabung dalam Lembaga Pendidikan Ma'arif NU Kecamatan Muncar.
Kegiatan tersebut juga melibatkan pelajar SMP Muhammadiyah. Partisipasi dari berbagai lembaga pendidikan itu menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat dibangun tanpa mempersoalkan perbedaan latar belakang.
Kirab dimulai dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Untung Suropati dan berakhir di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Muncar. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat untuk memperingati Hari Santri Nasional.
Kepedulian jemaat Gereja Katolik Stasi Emmanuel Muncar terhadap masyarakat lintas agama bukan kali pertama dilakukan. Setiap bulan Ramadan, jemaat juga membagikan kue takjil kepada umat Muslim yang melintas di depan gereja.
Tradisi tersebut menjadi salah satu cara untuk menunjukkan perhatian kepada sesama sekaligus menjaga hubungan baik antarumat beragama di lingkungan setempat.
Melalui pembagian ribuan paket kue dan minuman pada peringatan Hari Santri tahun ini, jemaat gereja kembali menunjukkan bahwa toleransi tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (ep)

