Anak Pegawai Dapur MBG di Banyuwangi Lolos Akmil Magelang (Foto: Istimewa-Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Banyuwangi. Muhammad Nuris Ilham Mubarok, pemuda asal Dusun Sidorejo Kulon, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, berhasil lolos seleksi Akademi Militer (Akmil) Magelang pada kesempatan pertamanya setelah lulus sekolah.
Nuris merupakan putra ketiga pasangan Suhadi dan Sitinah. Kedua orang tuanya bekerja sebagai pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi.
Keberhasilan Nuris menjadi kebanggaan bagi keluarganya. Ia berhasil melewati rangkaian seleksi Akmil yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Sitinah mengaku sempat tidak percaya ketika mengetahui putranya dinyatakan lolos sebagai calon taruna Akmil. Selama proses seleksi, ia bersama suaminya terus memberikan dukungan dan doa.
"Saya sempat tidak percaya ketika mendapat kabar anak saya dinyatakan lolos. Yang kami lakukan hanya berdoa dan terus memberi semangat. Alhamdulillah, dia diterima secara murni tanpa jalur khusus," ujar Sitinah.
Selain bekerja sebagai pegawai dapur MBG, Sitinah dan suaminya juga mengelola warung kelontong sederhana di rumah untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Sebelum mendaftar Akmil, Nuris sempat memiliki cita-cita menjadi anggota Polri. Namun, rencana tersebut tidak dilanjutkan karena tinggi badannya belum memenuhi persyaratan.
Nuris kemudian memilih mendaftar sebagai calon taruna Akademi Militer melalui Panitia Daerah di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Kesempatan pertama tersebut langsung membuahkan hasil. Nuris berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga dinyatakan lolos sebagai calon taruna Akmil Magelang.
Kabar tersebut disambut haru oleh keluarga dan warga sekitar. Sitinah berharap perjalanan putranya dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak muda untuk terus mengejar cita-cita tanpa melihat kondisi ekonomi keluarga.
"Kami ingin menyampaikan kepada anak-anak yang memiliki cita-cita menjadi TNI atau mengabdi kepada negara, jangan pernah minder dengan kondisi ekonomi keluarga. Terus belajar, berlatih, berdoa, dan berusaha karena kesempatan itu terbuka bagi siapa saja yang mau berjuang," katanya.
Kini, keluarga berharap Nuris dapat menjalani pendidikan di Akademi Militer dengan baik hingga nantinya menjadi perwira TNI yang dapat membanggakan keluarga dan daerah asalnya. (ep)

