Dari Sulit Berjalan hingga Kembali Leluasa Bergerak, Ikhtiar Inda Dampingi Lansia

1inini.jpg Sry Indayani, Pelatih Kebugaran Bagi Para Manula di Desa Genteng Kulon, Kec. Genteng, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Usia senja tak harus menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Dengan latihan yang tepat dan dilakukan secara bertahap, para lanjut usia (lansia) tetap bisa menjaga kebugaran tubuh agar lebih mandiri menjalani aktivitas sehari-hari.


Semangat itulah yang coba ditularkan Sry Indayani, perempuan asal Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Di tengah kesibukannya sebagai wanita karir, dia menyempatkan diri menjadi pelatih kebugaran bagi para manula yang mengalami berbagai keluhan fisik.


Bukan sekadar mengajak berolahraga, perempuan yang akrab disapa Inda ini bahkan mendatangi rumah peserta untuk memberikan pendampingan secara langsung. Aktivitas tersebut sudah dijalaninya sekitar tujuh bulan terakhir.


Berawal dari dua orang peserta, kini Inda telah memiliki tujuh anak didik. Rata-rata berusia di atas 50 tahun dengan keluhan yang beragam. Mulai dari nyeri lutut, otot panggul melemah, kesulitan berjalan, hingga dua peserta yang menjalani latihan setelah mengalami stroke.


"Alhamdulillah, saya mulai terjun melatih manula sekitar tujuh bulan lalu. Awalnya hanya dua orang, sekarang sudah ada tujuh orang yang saya latih," ujar Inda.


Dalam setiap sesi, Inda tidak memberikan latihan dengan gerakan berat. Dia lebih banyak menerapkan gerakan penguatan otot inti dan otot penunjang tubuh agar peserta lebih mudah bergerak.


Menurutnya, keluhan persendian dan melemahnya otot kerap membuat lansia kesulitan melakukan aktivitas sederhana. Karena itu, latihan dilakukan secara perlahan dengan menyesuaikan kemampuan fisik masing-masing peserta.


"Gerakan-gerakannya untuk menguatkan otot-otot inti supaya tubuh lebih aktif bergerak. Biasanya manula mengalami masalah persendian, sehingga otot penunjangnya perlu dilatih agar mereka lebih mudah beraktivitas," jelasnya.


Inda mengaku ketelatenan menjadi hal penting saat mendampingi lansia. Dia tidak ingin peserta memaksakan diri melakukan gerakan yang belum mampu dikerjakan.


"Latihannya tidak bisa dipaksakan. Kita mulai dari gerakan ringan dan perlahan. Kalau sudah dirasa mampu, baru ditingkatkan lagi beban maupun gerakannya. Jadi, semuanya menyesuaikan kemampuan masing-masing," imbuhnya.


Durasi latihan berkisar 45 menit hingga satu jam. Namun, porsi latihan setiap peserta tidak selalu sama karena disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan kemampuan tubuh mereka.


Hasil dari pendampingan itu mulai terlihat dari perubahan aktivitas sehari-hari sejumlah peserta. Ada yang sebelumnya kesulitan melakukan gerakan salat, kini mulai mampu melakukannya. Ada pula yang semula kesulitan naik tangga, perlahan sudah bisa kembali menjalaninya.


"Yang membuat saya senang, ada perkembangan dari peserta. Awalnya ada yang tidak bisa melakukan gerakan salat, sekarang sudah bisa. Ada juga yang sebelumnya kesulitan naik tangga, sekarang mulai mampu," tuturnya.


Salah satu peserta yang merasakan perubahan tersebut adalah Sumarti (64), warga asal Desa/Kecamatan Sempu. Dia sudah sekitar empat bulan mengikuti latihan bersama Inda. Keinginannya sederhana, yakni tetap sehat dan kuat meski usianya terus bertambah.


"Saya ingin tetap sehat walaupun usia sudah tua. Makanya saya mengikuti gerakan-gerakan latihan lansia ini," kata Sumarti.


Sumarti mengaku pada awalnya tubuhnya belum cukup kuat mengikuti gerakan latihan. Namun, setelah rutin berlatih, dia mulai merasakan perubahan. Keluhan sakit pada tangan yang sebelumnya dirasakan juga mulai berkurang.


"Awalnya badan saya tidak begitu kuat. Sekarang sudah lebih kuat. Dulu tangan terasa sakit, sekarang sudah tidak seperti sebelumnya. Awalnya memang berat, tetapi lama-lama badan terasa lebih enak meskipun setelah latihan tetap capek," ungkapnya.


Bagi Sumarti, latihan tersebut menjadi ikhtiar agar tetap mampu berjalan dan menjalani aktivitas sehari-hari. Dia masih memiliki harapan sederhana, yakni bisa mempertahankan kekuatan tubuh meski usia terus bertambah.


Sementara itu, Inda berharap semakin banyak manula yang memiliki semangat serupa untuk menjaga kesehatan. Menurutnya, memulai hidup aktif tidak harus dengan gerakan berat. Hal terpenting adalah mengenali kemampuan tubuh dan berlatih secara bertahap.


Dia juga membuka kesempatan bagi para lansia yang ingin mengikuti latihan bersamanya. Dengan sistem kunjungan ke rumah, Inda berharap pendampingan tersebut bisa menjangkau lebih banyak manula yang membutuhkan.


"Harapan saya, semakin banyak manula yang mau menjaga kesehatan dan tetap aktif bergerak. Tidak perlu memaksakan gerakan berat. Kita mulai pelan-pelan sesuai kemampuan. Yang penting ada kemauan untuk terus berusaha menjaga tubuh tetap sehat," pungkasnya. (ep)