Jasad Bayi saat Ditemukan di Antara Sampah Sungai Desa Kembiritan, Kec. Genteng, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Warga Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di saluran irigasi DAM Serut, Dusun Sumber Bening, Selasa (21/04/2026) sore. Penemuan tragis ini pertama kali diketahui oleh seorang bocah berusia 14 tahun yang hendak memancing di lokasi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, bocah tersebut datang ke saluran irigasi untuk memancing seperti biasanya. Namun, ia dikejutkan dengan adanya sesosok tubuh bayi yang mengapung di aliran air.
Dalam kondisi panik, bocah itu langsung berlari pulang dan melaporkan temuannya kepada Ketua RT setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke perangkat desa dan pihak kepolisian.
Tak berselang lama, warga bersama aparat mendatangi lokasi dan memastikan bahwa yang ditemukan merupakan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki. Kondisinya memprihatinkan, dengan tali pusar dan ari-ari yang masih menempel di tubuhnya.
Kepala Desa Kembiritan, Sukanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, saat ditemukan kondisi bayi sudah tidak bernyawa dan diduga telah meninggal lebih dari satu hari.
“Benar, jasad bayi ditemukan di saluran irigasi. Kondisinya sudah meninggal dunia, dengan tali pusar dan ari-ari masih menempel,” ujarnya.
Menurut Sukanto, dari pengamatan awal, bayi tersebut diperkirakan memiliki berat sekitar 2,5 kilogram. Selain itu, kondisi tubuhnya sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.
“Diperkirakan sudah lebih dari satu hari, karena sudah mengeluarkan bau tidak sedap dan terdapat belatung,” tambahnya.
Petugas gabungan dari kepolisian, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan langsung melakukan evakuasi jasad bayi ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas orang tua bayi tersebut. Penelusuran dilakukan dengan mendata warga yang tengah atau baru saja hamil di sekitar lokasi kejadian.
“Upaya penelusuran terus dilakukan bersama pihak terkait untuk mengungkap siapa orang tua bayi ini,” pungkas Sukanto.
Peristiwa ini menyisakan duka dan keprihatinan mendalam bagi warga setempat, sekaligus menjadi perhatian serius aparat untuk mengungkap kasus tersebut. (ep)

