Polisi Atur Kemacetan di Kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kemacetan panjang masih terjadi di jalur nasional Pantura Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang. Dalam tiga hari terakhir, antrean kendaraan mengular hingga sekitar 7 kilometer dengan kepadatan yang berlangsung hampir selama 24 jam.
Untuk mengurangi dampak kemacetan, personel kepolisian diterjunkan di sejumlah titik. Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga mengawal kendaraan kecil dan kendaraan pribadi agar dapat melintas melalui jalur alternatif menuju Pelabuhan Ketapang.
Kanit PJR V Situbondo Sat PJR Ditlantas Polda Jatim, AKP Roni Faslah, mengatakan kepadatan kendaraan menuju pelabuhan sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipicu tingginya volume kendaraan yang datang dari arah Situbondo menuju Banyuwangi.
"Kepadatan sudah terjadi sejak tiga hari terakhir dengan durasi hampir 24 jam. Kami menerjunkan personel roda dua dan roda empat untuk melakukan pengaturan di lapangan. Kendaraan yang akan menuju Kota Banyuwangi kami arahkan dan kawal melalui jalur lingkar untuk mengurangi beban kendaraan dari arah utara," ujar Roni.
Menurutnya, meski antrean kendaraan sangat panjang, arus lalu lintas masih bergerak dan tidak mengalami kemacetan total. Namun kepadatan yang berlangsung selama berhari-hari ini tergolong tidak biasa dibanding kondisi normal.
Roni menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran Polresta Banyuwangi untuk melakukan berbagai rekayasa lalu lintas guna memperlancar arus kendaraan yang menuju Pelabuhan Ketapang maupun yang akan masuk ke pusat kota Banyuwangi.
"Arus kendaraan memang padat, tetapi masih bergerak. Yang menjadi perhatian, kepadatan ini berlangsung cukup lama. Dengan personel yang ada, kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengurai antrean agar tidak semakin panjang," katanya.
Terkait penyebab utama kemacetan, Roni mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan. Ia menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi kepada pihak otoritas pelabuhan maupun operator penyeberangan.
"Kalau penyebab pastinya kami tidak bisa menyampaikan. Mungkin bisa dikonfirmasi kepada otoritas terkait seperti ASDP. Tugas kami di lapangan memastikan arus lalu lintas tetap bergerak dan masyarakat bisa terlayani dengan baik," ujarnya.
Ia mengaku prihatin terhadap para pengguna jalan yang harus terjebak antrean panjang, terutama kendaraan logistik yang membawa berbagai kebutuhan pokok dan barang distribusi antarpulau.
"Kami kasihan kepada para pengguna jalan, khususnya kendaraan besar yang harus mengantre berjam-jam. Mudah-mudahan kondisi ini segera terurai sehingga aktivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat kembali normal," tambahnya.
Roni menilai kemacetan berkepanjangan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang berpotensi berdampak pada rantai pasok kebutuhan masyarakat. Sebab jalur tersebut merupakan akses utama distribusi barang dari Pulau Jawa menuju Bali hingga Nusa Tenggara.
"Kami berharap situasi segera membaik. Jika kepadatan berlangsung terlalu lama tentu akan berpengaruh terhadap distribusi kebutuhan masyarakat dari Jawa menuju Bali maupun wilayah Nusa Tenggara," pungkasnya. (ep)

