Petugas Damkarmat Banyuwangi Menangani Wanita Terjebak di Kamar Mandi (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Momen menegangkan dialami FSA saat terjebak di dalam kamar mandi sebuah rumah di Perumahan Puri Gading Mas Permai, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.
Pintu kamar mandi yang digunakan FSA tiba-tiba tidak dapat dibuka karena mengalami kemacetan pada bagian handle dan mekanisme pengunci. Dalam kondisi tersebut, FSA meminta bantuan hingga akhirnya laporan diterima Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi.
Laporan masuk sekitar pukul 01.29 WIB, Minggu (09/08/2026). Lima menit kemudian, petugas langsung berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 01.44 WIB.
Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, kejadian tersebut merupakan salah satu bentuk penyelamatan nonkebakaran yang ditangani petugas Damkarmat.
“Damkarmat tidak hanya bertugas ketika terjadi kebakaran. Kami juga memiliki tugas penyelamatan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan bantuan petugas," kata Edy.
Menurut Edy, kecepatan respons menjadi salah satu hal penting dalam setiap laporan penyelamatan. Petugas harus segera menuju lokasi untuk mengetahui kondisi korban sekaligus menentukan langkah penanganan yang aman.
“Begitu laporan kami terima, petugas langsung melakukan persiapan dan menuju lokasi. Dalam kejadian seperti ini, kami harus memastikan terlebih dahulu kondisi orang yang berada di dalam ruangan sebelum melakukan tindakan," katanya.
Setibanya di lokasi, tim rescue langsung melakukan pemeriksaan terhadap pintu kamar mandi. Petugas memastikan posisi korban sekaligus memeriksa bagian handle dan mekanisme penguncian.
Dari pemeriksaan awal, pintu diketahui mengalami kemacetan sehingga tidak dapat dibuka secara normal.
Petugas kemudian melakukan pembukaan secara bertahap menggunakan peralatan yang dibawa. Handle pintu dibuka menggunakan tang dan obeng.
Namun, pintu belum juga terbuka. Petugas kemudian menggunakan linggis mini untuk mengait bagian ujung pintu. Setelah dilakukan pengungkit secara hati-hati, mekanisme penguncian akhirnya berhasil dilepaskan.
Pintu kamar mandi pun terbuka. FSA berhasil keluar dan petugas memastikan kondisinya dalam keadaan aman.
“Kami melakukan penanganan dengan hati-hati karena di balik pintu ada warga yang sedang membutuhkan pertolongan. Jangan sampai proses membuka pintu justru menimbulkan risiko baru bagi korban," tambahnya.
Edy menyebut kejadian semacam ini menunjukkan bahwa masyarakat dapat meminta bantuan petugas ketika menghadapi kondisi darurat yang tidak mampu ditangani sendiri.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik ketika menghadapi situasi seperti ini. Jika memang tidak bisa ditangani sendiri dan membutuhkan peralatan khusus, segera hubungi petugas agar dapat ditangani dengan aman," tegasnya.
Menurutnya, petugas Damkarmat memang disiapkan untuk menghadapi berbagai situasi penyelamatan, tidak hanya berkaitan dengan api.
“Tugas kami adalah memberikan pelayanan penyelamatan kepada masyarakat. Jadi tidak hanya kebakaran, tetapi berbagai kondisi yang membutuhkan pertolongan dan penanganan petugas," ujarnya.
Setelah pintu berhasil dibuka dan Fadila dipastikan dalam kondisi aman, penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 01.59 WIB.
Dalam proses tersebut, tim rescue mengerahkan satu unit Fire & Rescue 06 serta peralatan berupa tang, obeng dan linggis mini. (ep)

