Perwakilan Massa Aksi Sampaikan Aspirasi di Ruang Rapat DPRD Banyuwangi (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Ribuan massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak (FMBB) menggelar aksi damai di Banyuwangi, Sabtu (27/06/2026). Setelah menyampaikan aspirasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, massa melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Banyuwangi dan diterima untuk beraudiensi dengan sejumlah anggota dewan.
Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, massa berkumpul di Stadion Diponegoro Banyuwangi sebelum melakukan long march menuju Kantor Pemkab Banyuwangi dan DPRD Banyuwangi. Di Kantor Pemkab, peserta aksi tidak bertemu dengan perwakilan pemerintah daerah. Massa kemudian bergeser ke DPRD Banyuwangi dan dipersilakan masuk ke ruang rapat untuk menyampaikan aspirasi.
Koordinator aksi, M. Alfan Saifudin, menyampaikan bahwa sekitar 7.000 orang mengikuti aksi tersebut. Peserta terdiri atas relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), petani, nelayan, serta masyarakat lainnya yang mengenakan pakaian berwarna putih dan membawa poster berisi tuntutan.
“Ada sekitar 7.000 massa dalam aksi masyarakat dari relawan MBG, petani, nelayan. Kita semua turun untuk mengaspirasikan bahwa program strategis dari pemerintah hari ini jangan sampai diganggu,” ujar Alfan.

Dalam audiensi, koordinator aksi lainnya, Yahya, membacakan empat poin tuntutan yang disampaikan Forum Masyarakat Banyuwangi Bergerak.
“Menjamin intervensi nutrisi bagi 440 ribu penerima manfaat di Banyuwangi guna memutus rantai stunting, mempertahankan 7.000 tenaga kerja dapur, sesuai program pemerintah pusat Pak Prabowo,” kata Yahya.
Selain meminta keberlanjutan Program MBG, massa juga mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Mendorong regulasi inklusi keuangan desa untuk membasmi praktik rentenir, sekaligus menjamin kelancaran distribusi logistik vital seperti LPG, sembako, dan pupuk subsidi agar terbebas dari mafia spekulan yang terjadi selama ini,” terangnya.
Tuntutan lainnya meliputi keberlanjutan Program Sekolah Rakyat dengan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan secara ekonomi, serta dukungan terhadap sektor pertanian melalui stabilitas harga hasil panen, percepatan distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan), penyediaan pupuk terjangkau, hingga pembangunan irigasi dan jalan usaha tani.
Audiensi di ruang rapat DPRD Banyuwangi diterima oleh Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliyono dari Fraksi Golkar bersama anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, PKB, PDI Perjuangan, serta fraksi lainnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ruliyono menyampaikan DPRD Banyuwangi akan menerima dan meneruskan tuntutan yang disampaikan massa sesuai mekanisme yang berlaku.
“Diterima gak diterimanya urusan pusat, karena kita gak punya kewenangan, bisanya membantu seperti itu,” ujar Ruliyono.
Dalam aksi tersebut, massa juga meminta pemerintah melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis, aparat penegak hukum menindak tegas oknum yang diduga melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan program, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola MBG, serta melibatkan pengawasan publik dalam pelaksanaannya. (rq)

