Owner Shafa Garden Indonesia, Khoirul Fanani Berfoto dengan Hasil Karya Moss Wall Art di BWI24Jam (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Sentuhan alam dalam ruangan kini semakin digemari. Banyak orang menghadirkan nuansa hijau untuk membuat hunian maupun tempat usaha terasa lebih sejuk, nyaman, dan memiliki karakter. Namun, berbeda dengan tanaman hidup yang membutuhkan perawatan rutin, kini ada dekorasi dinding berbahan lumut asli yang tetap cantik tanpa harus disiram setiap hari.
Namanya moss wall art, karya seni dekorasi dinding yang memanfaatkan lumut asli yang telah diawetkan. Lumut tersebut disusun dalam panel atau bingkai dengan perpaduan tekstur, warna, hingga tambahan elemen dekoratif sehingga menghasilkan tampilan alami layaknya menghadirkan potongan hutan ke dalam ruangan.
Di Banyuwangi, inovasi ini dikembangkan oleh Shafa Garden Indonesia. Sang owner, Khoriul Fanani (34), mengaku ide tersebut bermula dari melihat potensi alam sekitar yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.
Fanani memanfaatkan lumut yang tumbuh menempel pada pohon pinus di kawasan hutan Banyuwangi. Lumut tersebut sebelumnya dianggap mengganggu aktivitas para penyadap pinus karena menempel di batang pohon.
Daripada terbuang, Fanani mengajak para penyadap pinus untuk mengumpulkan dan menjadi karya dekorasi bernilai ekonomi.
"Saya memanfaatkan lumut itu bersama teman-teman penyadap pinus. Daripada dibuang, ini bisa menjadi lahan pekerjaan sampingan buat mereka," ujar Fanani kepada BWI24Jam, Kamis (18/06/2026).

Selain lumut, material pendukung seperti kayu yang digunakan juga berasal dari alam. Fanani memanfaatkan limbah kayu hanyut yang ditemukan di sekitar pantai Banyuwangi untuk memperkuat kesan natural pada setiap karya.
Berbeda dengan vertical garden yang membutuhkan penyiraman, pemangkasan, dan perawatan tanaman secara berkala, moss wall art justru dirancang untuk penggunaan indoor dengan perawatan minimal. Lumut yang digunakan telah melalui proses pengawetan dan pewarnaan sehingga mampu bertahan lebih lama.
"Ini khusus indoor. Tidak perlu disiram, tidak perlu perawatan rutin seperti tanaman hidup. Untuk mempercantik biasanya kami kombinasikan dengan tanaman sintetis," jelas Fanani.
Perjalanan Shafa Garden Indonesia dalam dunia dekorasi berbasis alam bukanlah hal baru. Fanani bersama timnya telah menggeluti usaha tersebut sejak 2018. Namun, tren moss wall art dimulai 2022.
Bahkan, pernah terlibat berbagai project berskala nasional, mulai dari perkantoran hingga sektor perhotelan. Seperti untuk kantor Rans Entertainment milik Raffi Ahmad hingga di Bandara Soekarno-Hatta.
"Kami juga membantu teman-teman di Jakarta untuk bahan bakunya, terutama lumutnya itu berasal dari Banyuwangi," ungkapnya.
Menurut Fanani, harga pembuatan moss wall art menyesuaikan ukuran, tingkat kesulitan desain, serta permintaan pelanggan. Untuk ukuran sekitar 2 x 2,5 meter misalnya, proses pengerjaan bisa memakan waktu hingga dua minggu.
Bagi masyarakat yang ingin menghadirkan nuansa hijau alami tanpa repot merawat tanaman, moss wall art bisa menjadi pilihan. Untuk informasi pemesanan, dapat menghubungi WhatsApp 082223747670 atau melihat karya Shafa Garden Indonesia melalui Instagram dan TikTok @shafagarden_indonesia (rq)

