Latihan Garuda Shakti di Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Bukan sekadar adu kuat, 100 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Darat India harus mengandalkan fisik, konsentrasi, dan kekompakan untuk menaklukkan tujuh titik rintangan dalam latihan bersama Garuda Shakti 2026 di Banyuwangi, Selasa (27/10/2026).
Latihan yang dikemas dalam kegiatan Cakra Outbound itu menjadi agenda hari pertama Latihan Bersama (Latma) Garuda Shakti 2026. Sebanyak 100 prajurit dari kedua negara dibagi menjadi delapan tim untuk melewati berbagai rintangan yang menguras tenaga.
Sejak dilepas dari garis start, para prajurit langsung dihadapkan pada medan yang menuntut ketahanan fisik dan kecermatan. Mereka harus melintasi jalur terjal, menaklukkan tembok tinggi, melewati rintangan jaring laba-laba, hingga memindahkan ban berukuran jumbo.
Setiap tim berupaya menuntaskan tujuh check point atau titik rintangan. Bukan hanya kekuatan individu yang diuji, para prajurit juga dituntut menyusun strategi dan saling membantu agar seluruh anggota tim dapat melewati setiap tantangan.
Kesulitan belum berakhir ketika peserta mendekati garis akhir. Mereka masih harus menggendong rekan satu tim secara bergantian sebelum akhirnya menyentuh garis finish.
Rangkaian rintangan tersebut menjadi ujian tersendiri bagi prajurit Indonesia dan India. Selain menguras stamina, kegiatan ini menuntut koordinasi serta kepercayaan antarpersonel yang berasal dari dua negara berbeda.
Komandan Yonif 515/UTY Kostrad Letkol Inf Edy Pramono mengatakan, Cakra Outbound sengaja digelar untuk membangun kekompakan sebelum para prajurit memasuki materi latihan berikutnya.
“Untuk hari ini kita gelar Cakra Outbound dengan tujuan membentuk kekompakan tim,” kata Edy.
Menurutnya, Latma Garuda Shakti 2026 tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan dan taktik pertempuran. Latihan bersama ini juga menjadi kesempatan bagi prajurit kedua negara untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun persahabatan.
“Fokus latihan tahun ini, selain berlatih teknik dan latihan tempur di medan hutan dan pegunungan, kita juga ingin menjalin persahabatan yang lebih dekat dengan Indian Army,” ujarnya.
Latma Garuda Shakti 2026 berlangsung selama 11 hari dengan kegiatan yang dijadwalkan di sejumlah lokasi, mulai dari Asrama Militer Yonif 515/UTY Kostrad di Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, hingga wilayah Malang dan Grati.
Latihan rutin antara Indonesia dan India yang telah berlangsung sejak 2012 itu dilaksanakan secara bergantian di kedua negara. Melalui kegiatan ini, kedua angkatan darat berupaya meningkatkan profesionalisme, memperkuat kemampuan menghadapi beragam medan operasi, sekaligus mempererat hubungan kerja sama pertahanan.
Di hari pertama, rintangan demi rintangan menjadi awal bagi para prajurit untuk membangun satu hal penting: kemampuan menuntaskan tantangan bersama, bukan hanya mengandalkan kekuatan masing-masing. (ep)

