Garuda Shakti 2026 Dimulai, Prajurit Indonesia-India Asah Kemampuan Tempur di Banyuwangi

1tujbn.jpg Latihan Bersama (Latma) Garuda Shakti 2026 TNI AD dan Tentara India Dimulai di Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Latihan Bersama (Latma) Garuda Shakti 2026 antara TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Darat India resmi dimulai di Lapangan Asrama Militer Yonif 515/UTY Kostrad, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Selasa (27/10/2026). Selama 11 hari ke depan, prajurit kedua negara akan berlatih meningkatkan kemampuan tempur sekaligus mempererat hubungan persahabatan.


Latihan tersebut dibuka langsung oleh Komandan Yonif 515/UTY Kostrad, Letkol Inf Edy Pramono, bersama Komandan Batalyon 12 Para (SF) Angkatan Darat India, Kolonel Maneet Kumar Pant, SM.


Danyonif 515/UTY Kostrad Letkol Inf Edy Pramono mengatakan, Garuda Shakti merupakan program latihan rutin antara Indonesia dan India yang telah berlangsung sejak 2012. Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian di kedua negara.


“Untuk latihan bersama Indonesia dengan India ini, program rutin yang sudah berjalan sejak tahun 2012. Tuan rumahnya bergantian. Tahun kemarin di India dan tahun 2026 ini di Indonesia, sedangkan tahun depan kembali ke India lagi,” kata Edy.


Menurut Edy, latihan tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan keterampilan dan taktik pertempuran. Prajurit juga didorong membangun kedekatan serta kerja sama yang lebih kuat dengan personel Angkatan Darat India.


“Fokus latihan tahun ini, selain berlatih teknik dan latihan tempur di medan hutan dan pegunungan, kita juga ingin menjalin persahabatan yang lebih dekat dengan Indian Army,” ujarnya.


Latihan dijadwalkan berlangsung selama 11 hari dengan sejumlah lokasi kegiatan, mulai dari Asrama Yonif 515/UTY Kostrad di Banyuwangi, hingga wilayah Malang dan Grati.


Sebanyak 100 personel terlibat dalam Latma Garuda Shakti 2026. Mereka dibagi ke dalam delapan tim yang beranggotakan sekitar enam hingga tujuh prajurit dari Indonesia dan India.


Pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan Cakra Outbound. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian latihan untuk membangun kekompakan, kerja sama, dan kepercayaan antarpersonel sebelum memasuki materi latihan berikutnya.


“Untuk hari ini kita gelar Cakra Outbound dengan tujuan membentuk kekompakan tim,” jelas Edy.


Sementara itu, Komandan Batalyon 12 Para (SF) Angkatan Darat India, Kolonel Maneet Kumar Pant, berharap latihan bersama ini menjadi ruang bagi prajurit kedua negara untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman.


“Saya berharap latihan ini menjadi ajang untuk berlatih satu sama lain dan menjalin hubungan yang baik,” kata Maneet.


Ia menambahkan, India telah membangun kerja sama pertahanan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Hubungan dengan Indonesia juga dinilai terjalin cukup erat, termasuk dalam bidang pertahanan.


“Negara kami telah menjalin kerja sama yang baik dengan negara-negara di Asia Tenggara dalam hal pertahanan. Hubungan itu terjalin cukup erat, termasuk dengan Indonesia,” tambahnya.


Melalui Latma Garuda Shakti 2026, kedua negara diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat kemampuan dalam menghadapi berbagai kondisi medan operasi, serta memperluas pertukaran pengalaman militer.


Latihan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral Indonesia dan India melalui kerja sama pertahanan. Semangat belajar dan berlatih bersama diharapkan dapat memperkuat persaudaraan antarprajurit sekaligus menjaga hubungan baik kedua negara. (ep)