Polisi Menunjukkan Lokasi Kecelakaan di JLS Glenmore (Foto: Polsek Kalibaru/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kabar duka kembali datang dari kecelakaan di Jalur Lintas Selatan (JLS) Glenmore, Banyuwangi. Siswi berusia 14 tahun yang sebelumnya mengendari sepeda motor dalam kecelakaan dengan truk Fuso tersebut dikabarkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Korban berinisial E (14) dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, (18/08/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Korban sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis di RSU Bhakti Husada Krikilan, Kecamatan Glenmore.
Kanit Lantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, korban meninggal setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya dalam kecelakaan di JLS Glenmore pada Minggu (16/08/2026).
"Korban meninggal pagi tadi setelah sempat mendapatkan perawatan di RSU Bhakti Husada Glenmore," kata Aries saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).
Aries menjelaskan, berdasarkan informasi medis yang diterima petugas, korban mengalami sejumlah luka akibat kecelakaan. Di antaranya luka pada bagian kepala serta patah tulang ekor.
"Lukanya pada bagian kepala dan patah tulang ekor," ujarnya.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi pada Minggu (16/8) sekitar pukul 11.00 WIB di JLS Glenmore KM 4, tepatnya di utara Pos 2 Security PG Glenmore, Dusun Sidodadi, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore.
Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat yang dikendarai E (14) dengan membonceng AP (12), serta truk Mitsubishi Fuso bernopol P-8897-GJ yang dikemudikan Sudin (63).
Saat kejadian, kedua kendaraan diketahui melaju dari arah selatan menuju utara. Setibanya di lokasi, sepeda motor yang dikendarai E berusaha mendahului truk dari sisi kiri.
Namun saat proses mendahului, sepeda motor diduga menyenggol bagian kiri badan truk. Motor kemudian oleng dan terjatuh ke arah kanan hingga masuk ke kolong kendaraan berat tersebut.
AP yang saat itu berada di jok belakang mengalami luka serius. Dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
"Korban yaang dibonceng meninggal dunia di TKP dengan luka di bagian kepala," kata Aries.
Polisi masih melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap kecelakaan tersebut. Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi dan pihak-pihak yang terlibat untuk memastikan rangkaian kejadian.
Aries mengingatkan pengguna jalan agar tidak memaksakan diri melakukan manuver berbahaya, terutama ketika hendak mendahului kendaraan berukuran besar.
"Kami mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati, jangan memaksakan mendahului apabila kondisi tidak memungkinkan. Pastikan jarak aman dan perhatikan situasi arus lalu lintas di sekitar," imbaunya. (ep)

