PNM Dorong Pengusaha Ultra Mikro Lebih Tangguh Hadapi Risiko Melalui Literasi Keuangan

1pano.jpg PNM Cabang Banyuwangi dan BRINS Gelar Program Literasi Asuransi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Ketahanan usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh modal, tetapi juga oleh kesiapan pelaku usaha menghadapi berbagai risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu. Hal inilah yang mendorong kolaborasi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT BRI Asuransi Indonesia (BRINS) melalui Program Literasi Asuransi bagi nasabah PNM di berbagai wilayah.


Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan jiwa, aset, serta manajemen risiko sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan usaha dan ekonomi keluarga.


Melalui edukasi yang dilakukan secara langsung di kelompok nasabah PNM Mekaar, pengusaha ultra mikro mendapatkan pemahaman yang lebih praktis mengenai fungsi asuransi dan manfaatnya dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga. Salah satu penerima manfaat menyampaikan bahwa program tersebut mengubah pandangannya terhadap asuransi.


“Sebelumnya saya mengira asuransi hanya untuk orang yang punya usaha besar. Setelah dijelaskan, saya jadi mengerti bahwa usaha kecil seperti kami juga perlu perlindungan. Kalau ada kejadian yang tidak diharapkan, setidaknya usaha dan keluarga punya pegangan,” ujarnya, Kamis (13/08/2026).


Pemimpin Cabang PNM Banyuwangi, Nurul Sugiyanti menyampaikan bahwa perlindungan finansial menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan nasabah.


“Selama ini PNM memberikan modal finansial, intelektual, dan sosial kepada nasabah. Melalui sinergi bersama BRINS, pendampingan tersebut semakin lengkap karena nasabah juga diperkenalkan pada pentingnya memiliki jaring pengaman finansial. Harapannya, ketika risiko datang, usaha tetap memiliki kesempatan untuk bertahan dan keluarga tetap terlindungi,” ujar Nurul.


Program ini dijalankan melalui sosialisasi tatap muka, kelas interaktif, hingga materi edukasi digital dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.


Kolaborasi tersebut memperluas makna pemberdayaan bagi nasabah PNM, tidak hanya pada aspek pembiayaan dan pengembangan usaha, tetapi juga pada penguatan ketahanan finansial. Dengan literasi yang semakin baik, pelaku usaha diharapkan lebih mampu mengenali risiko, menentukan bentuk perlindungan yang sesuai, menjaga kesinambungan usahanya, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dalam jangka panjang. (*Adv)