Pemprov Jatim Kucurkan Bantuan di Banyuwangi Jelang Ramadan, Ini Rinciannya

1bakan.jpg Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat Menyerahkan Bantuan di Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 5,26 miliar untuk masyarakat Kabupaten Banyuwangi. Bantuan tersebut disalurkan menjelang Ramadan sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial sekaligus menggerakkan ekonomi warga.


Penyerahan dilakukan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa di Kantor Kecamatan Glenmore, Sabtu (28/02/2026). Turut mendampingi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.


Khofifah menegaskan, bantuan yang dikucurkan bukan sekadar bansos rutin, melainkan dirancang sebagai “bantalan sosial” dan “bantalan ekonomi” bagi masyarakat, terutama menjelang bulan suci saat kebutuhan cenderung meningkat.


“Program ini memberikan bantalan sosial sekaligus bantalan ekonomi. Untuk penyandang disabilitas dan lansia sifatnya asistensi sosial. Sedangkan untuk pelaku usaha ultra mikro, kami siapkan zakat produktif agar mereka tidak terjerat rente maupun pinjol yang belum tentu terverifikasi legalitasnya,” ujar Khofifah.


Adapun total bantuan Rp 5,26 miliar tersebut terdiri dari:

* Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 65 penerima

* Bantuan Sosial PKH Plus bagi 866 keluarga penerima manfaat

* Zakat produktif untuk 50 pelaku usaha ultra mikro

* Tali asih untuk Taruna Siaga Bencana (Tagana)

* Bantuan pemberdayaan BUMDesa dan Desa Berdaya

* Program Jatim Puspa

* Bantuan Keuangan Desa


Menurut Khofifah, langkah ini merupakan bagian dari sinergi lintas pemerintahan dalam pengentasan kemiskinan dan pengendalian dampak ekonomi, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.


“Apa yang kita lakukan adalah bentuk komplementaritas antara pusat, provinsi, dan kabupaten. Titik-titik intervensinya saling menguatkan, dan pola ini berlaku di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur,” tegasnya.


Sementara itu, Ipuk menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemprov Jatim. Ia menyebut bantuan tersebut memperkuat program penanggulangan kemiskinan yang telah dijalankan Pemkab Banyuwangi.


“Kemiskinan menjadi salah satu fokus kami. Kami tidak hanya mengandalkan bansos, tetapi juga menyiapkan berbagai bantalan melalui program ASN Berbagi dan Banyuwangi Berbagi,” kata Ipuk.


ASN Berbagi merupakan program partisipatif aparatur sipil negara yang secara rutin menyisihkan sebagian penghasilan untuk warga kurang mampu. Sedangkan Banyuwangi Berbagi melibatkan unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat, termasuk melalui program bedah rumah dan layanan kesehatan.


“Terima kasih Ibu Gubernur atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Banyuwangi. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga kami, apalagi bertepatan dengan bulan Ramadan,” pungkas Ipuk. (ep)