Diduga Dampak Masalah Keluarga, Pelajar di Muncar Ditemukan Gantung Diri

20260417_094631.jpg Ilustrasi AI

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.


Seorang pelajar di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di belakang rumahnya, Kamis (16/04/2026) pagi. Peristiwa ini diduga berkaitan dengan persoalan keluarga yang tengah dihadapi korban.


Korban berinisial MB (17), diketahui merupakan siswa salah satu SMK swasta di wilayah Kecamatan Muncar. Ia ditemukan pertama kali oleh neneknya sekitar pukul 07.00 WIB di sebuah pohon di belakang rumah yang berada di Desa Tapanrejo.


Kapolsek Muncar, AKP Mujiono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.


“Benar, kami menerima laporan adanya seorang remaja yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di belakang rumahnya. Saat ini kasus masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKP Mujiono.


Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat nenek korban pergi ke belakang rumah. Ia mendapati cucunya sudah dalam kondisi tergantung, kemudian berteriak meminta pertolongan warga.


Sejumlah warga yang datang ke lokasi kemudian mengevakuasi korban dengan cara memutus tali. Namun saat dibawa masuk ke dalam rumah, korban diketahui sudah tidak bernyawa.


Dari hasil pemeriksaan awal tim medis Puskesmas setempat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ciri-ciri yang ditemukan mengarah pada dugaan kuat korban meninggal akibat gantung diri.


“Dari hasil pemeriksaan sementara oleh tim medis, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat gantung diri, namun kami masih melakukan pendalaman,” jelas AKP Mujiono.


Informasi yang dihimpun di lapangan, korban selama ini dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tertutup. Selain itu, korban diduga tengah menghadapi tekanan psikologis akibat kondisi keluarga.


Disebutkan, kedua orang tua korban yang berinisial M dan M diketahui sudah tidak tinggal serumah dan berencana berpisah. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi mental korban.


“Informasi dari lingkungan sekitar, korban memang dikenal tertutup. Ada dugaan korban mengalami tekanan akibat masalah keluarga, namun hal ini masih kami dalami lebih lanjut,” tambahnya.


Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan hukum. Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.


Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga, terutama anak-anak dan remaja, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (ep)