Demi Try Out, Siswa di Pelosok Banyuwangi Berburu Sinyal hingga Naik ke Perbukitan

1ajibai.jpg Siswa Kelas 6 SDN 2 Sarongan, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi saat Mencari Sinyal Internet untuk Ikuti Try Out (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Semangat belajar ditunjukkan siswa kelas 6 SD Negeri 2 Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Meski berada di wilayah terpencil tanpa akses sinyal internet, mereka tetap mengikuti try out secara daring dengan cara tak biasa: berburu sinyal hingga ke dataran tinggi.


Kegiatan try out ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat sekolah dasar di Banyuwangi yang akan diselenggarakan pekan depan. Namun pelaksanaannya sempat diwarnai kendala jaringan.


Sinyal internet di lingkungan sekolah nyaris tidak tersedia, sehingga para siswa bersama guru pendamping harus berpindah lokasi demi bisa tetap mengikuti ujian.


Kepala SD Negeri 2 Sarongan, Angga Setiawan, mengungkapkan bahwa keterbatasan infrastruktur tidak menyurutkan tekad pihak sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.


“Walaupun kami berada di daerah pedalaman yang jauh dari perkotaan, kami tetap berkomitmen meningkatkan mutu dan prestasi peserta didik. Salah satunya dengan memfasilitasi mereka mengikuti try out dari berbagai sumber,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).


Saat pelaksanaan, para siswa bahkan harus menuju area yang memiliki jaringan lebih baik, termasuk ke dataran tinggi di sekitar rumah warga yang memiliki akses WiFi.


“Kemarin sempat terkendala sinyal, sehingga anak-anak bersama guru harus mencari lokasi yang ada jaringan internetnya. Alhamdulillah pelaksanaan tetap bisa berjalan lancar,” tambahnya.


Menurut Angga, try out memiliki banyak manfaat bagi siswa, terutama dalam mengukur kesiapan menghadapi ujian mendatang seperti TKA hingga ujian satuan pendidikan.


“Selain mengukur kemampuan, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri, mental, dan motivasi belajar siswa. Ini penting, apalagi bagi sekolah di daerah terpencil yang akses belajarnya terbatas,” jelasnya.


Ia menyebut, untuk mencapai lokasi dengan sinyal internet, siswa harus menempuh jarak cukup jauh, bahkan hingga sekitar 5 kilometer menuju kawasan Pantai Sukamade yang memiliki akses jaringan berbasis Starlink.


“Biasanya kami berboncengan naik sepeda motor karena jumlah siswa kelas 6 hanya 12 anak. Itu pun tergantung kondisi cuaca dan jaringan di lokasi,” katanya.


Ke depan, pihak sekolah berharap saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 20–21 April 2026, kondisi jaringan dan listrik dapat lebih mendukung.


“Kami berharap saat pelaksanaan nanti listrik aman dan internet lancar, sehingga ujian bisa berjalan tanpa kendala. Mohon doa dan dukungannya,” pungkas Angga.


Kisah ini menjadi potret nyata semangat belajar di tengah keterbatasan, di mana jarak dan medan bukan lagi penghalang bagi siswa untuk meraih masa depan. (ep)