Polisi Tangkap Suami Terduga Pelaku Tusuk Istri di Sempu Banyuwangi

1rejk.jpg Polisi Menangkap Seorang Suami Terduga Pelaku Tusuk Istri di Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Satreskrim Polresta Banyuwangi menangkap seorang pria berinisial S yang diduga menusuk istrinya, Y (25), di Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Minggu (09/08/2026).Korban meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat penanganan medis.


Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi membenarkan adanya peristiwa dugaan penusukan tersebut. Polisi juga telah mengamankan S untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


"Untuk saat ini pelaku melakukan seorang diri dan sudah kami amankan. Peristiwa dugaan penusukan ini memang terjadi," ujar Lanang.


Lanang mengatakan, polisi menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut. Petugas kemudian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan barang bukti dan keterangan yang diperlukan.


"Kami mendapat laporan dari warga, kemudian langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan olah TKP," katanya.


Setelah proses awal penyelidikan, polisi juga telah melakukan rekonstruksi untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih jelas. Rekonstruksi tersebut dilakukan guna mencocokkan keterangan yang diperoleh penyidik dengan kondisi di lokasi.


"Untuk olah TKP sementara sudah kami cukupkan. Tadi kami juga sudah melakukan rekonstruksi sehingga kami bisa mengetahui kronologinya, termasuk barang bukti yang sudah kami kumpulkan," jelas Lanang.


Pantauan di lokasi, terduga pelaku S dibawa petugas kepolisian ke rumah yang menjadi lokasi terjadinya dugaan penusukan. Proses olah TKP dan rekonstruksi dilakukan dengan penjagaan ketat.


Petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian diminta tidak mendekati area tersebut agar proses penyelidikan berjalan lancar.


Sejumlah personel Inafis Satreskrim Polresta Banyuwangi turut dilibatkan dalam proses olah TKP. Warga dan sejumlah tetangga korban tampak menyaksikan dari luar garis polisi.


Sementara itu, terkait penyebab pasti kematian korban, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis.


"Untuk hasil visum masih kami tunggu dari dokter yang menangani. Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi," ujar Lanang.


Sebelumnya, korban sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Sempu. Setelah itu korban dibawa ke Rumah Sakit Al Huda. Namun, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.


Polisi masih mendalami motif serta rangkaian lengkap peristiwa tersebut. Penyidik juga terus memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti untuk memastikan konstruksi perkara dugaan penusukan tersebut. (ep)