Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Rumahnya di Genteng, Diduga Sudah Empat Hari

1uibuia.jpg Kepolisian Lakukan Olah TKP (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Warga Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya, Kamis (07/05/2026) pagi.


Korban diketahui bernama S (72), seorang petani yang tinggal seorang diri di rumahnya di Dusun Kopen RT 13 RW 02 Desa Genteng Kulon.


Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Karnoto (66), warga sekitar yang sehari-hari membantu membersihkan halaman rumah korban. Saat itu, saksi mencium bau menyengat dari area rumah korban sekitar pukul 08.00 WIB.


Curiga dengan aroma tidak sedap tersebut, saksi kemudian mencoba mencari sumber bau dengan masuk ke dalam rumah.


"Awalnya saksi mencium bau busuk dari sekitar rumah korban. Setelah dicek ke dalam rumah hingga area dapur, bau semakin menyengat. Saat diperiksa ke kamar mandi, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi duduk bersandar di tembok," kata Kapolsek Genteng Kompol Edy Priswanto melalui Kanit Reskrim Ipda Sujarwadi.


Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membiru dan sebagian tubuh dipenuhi belatung. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Genteng.


Petugas bersama tim medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan luar terhadap jenazah sebelum dibawa ke RSUD Genteng.


Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal akibat sakit yang dideritanya.


"Hasil pemeriksaan dokter menyatakan tidak ditemukan luka maupun tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit dan diperkirakan sudah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan," ujar Sujarwadi.


Menurut pihak kepolisian, korban diketahui memang hidup seorang diri dan dalam kondisi sakit-sakitan karena faktor usia.


Pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Pernyataan penolakan autopsi dituangkan dalam surat resmi yang disaksikan perangkat desa serta keluarga korban.


"Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum dan menolak dilakukan autopsi karena menganggap korban meninggal dunia akibat sakit," tambahnya.


Proses evakuasi jenazah berlangsung aman dan lancar dengan pengamanan dari personel Polsek Genteng bersama tim medis. (ep)