Petugas Mengevakuasi Seorang Tukang Becak yang Meninggal di Bawah Jembatan (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Warga Banyuwangi digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia dalam kondisi meninggal dunia di bawah Jembatan Sungai Setail (GNI), Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Jumat (01/05/2026) sore.
Korban diketahui bernama Mattapiin alias Mbah Bingin (79), seorang tukang becak asal Dusun Lidah, Desa Gambiran. Selama bertahun-tahun, korban disebut tinggal di kolong jembatan tersebut karena tidak lagi memiliki rumah.
Penemuan jasad korban bermula saat dua warga, Adi Purnomo (26) dan Iksan Maulidin (28), hendak memancing sekitar pukul 17.00 WIB. Saat tiba di bawah jembatan, keduanya melihat korban dalam kondisi terbaring dan napas tersengal.
Mengetahui kondisi tersebut, saksi kemudian menghubungi Ketua RT setempat, Titis Triastuti, yang mengenal korban. Namun saat didatangi kembali, korban sudah tidak bernyawa.
Kanit Reskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi membenarkan kejadian tersebut. Polisi menerima laporan warga sekitar pukul 18.20 WIB dan langsung menuju lokasi.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang laki-laki lanjut usia ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Setail wilayah Genteng Kulon. Setelah menerima informasi, anggota langsung mendatangi lokasi,” ujar Sujarwadi, Jumat malam.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Genteng untuk pemeriksaan medis.
“Korban langsung kami bawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum luar. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.
Menurut Sujarwadi, berdasarkan keterangan medis, korban diduga meninggal karena faktor sakit dan usia lanjut.
“Hasil pemeriksaan dokter sementara menyebut korban meninggal dunia karena sakit. Tidak ada luka akibat penganiayaan maupun unsur pidana lainnya,” tegasnya.
Ia menjelaskan, korban selama ini dikenal warga sebagai tukang becak yang hidup seorang diri dan memilih tinggal di bawah jembatan.
“Informasi dari warga, yang bersangkutan sudah cukup lama tinggal di bawah jembatan. Pernah diarahkan untuk mendapat penanganan sosial, namun korban memilih tetap tinggal di sana,” kata Sujarwadi.
Pihak keluarga dan perwakilan warga disebut menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka juga membuat pernyataan tidak menghendaki dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai meninggal wajar karena sakit dan faktor usia. Seluruh proses evakuasi berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. (ep)

