Ilustrasi AI
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Rombongan Bhikkhu Thudong dijadwalkan akan melintasi Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, dalam waktu dekat. Menjelang kedatangan para pejalan spiritual tersebut, warga bersama pemerintah desa mulai mematangkan berbagai persiapan penyambutan.
Sejumlah langkah dilakukan agar kegiatan berlangsung lancar dan khidmat. Mulai dari penentuan titik singgah, kesiapan jalur yang akan dilalui, pengaturan lalu lintas, hingga penyediaan kebutuhan logistik ringan bagi rombongan.
Persiapan tersebut telah dibahas sebelumnya dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Desa Yosomulyo dengan tokoh agama Buddha, Bhante Tejapunno Mahathera, di kawasan Candi Manggala pada Selasa, 28 April 2026.
Kepala Desa Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan, mengatakan pihaknya ingin memastikan seluruh rangkaian penyambutan berjalan aman dan nyaman, baik bagi rombongan Bhikkhu maupun masyarakat yang ingin menyaksikan.
“Kami bersama warga ingin memberikan sambutan terbaik. Ini bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat,” ujar Joko.
Menurut Joko, unsur pemerintah desa, relawan, hingga masyarakat lintas agama turut dilibatkan dalam persiapan tersebut. Warga disebut antusias menyambut kedatangan Bhikkhu Thudong yang dikenal menjalani perjalanan spiritual dengan berjalan kaki.
Bhante Tejapunno Mahathera mengapresiasi dukungan masyarakat Yosomulyo. Ia menilai suasana rukun dan kebersamaan yang terbangun di desa tersebut menjadi energi positif bagi perjalanan para Bhikkhu.
“Semangat kebersamaan seperti ini sangat berarti. Perjalanan Thudong bukan hanya soal menempuh jarak, tetapi juga menyebarkan pesan kedamaian dan welas asih,” katanya.
Candi Manggala diperkirakan menjadi salah satu titik penting selama rombongan berada di Yosomulyo sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah berikutnya.
Selain menyiapkan jalur, warga juga berencana menyediakan minuman dan makanan ringan sebagai bentuk penghormatan kepada para Bhikkhu yang sedang menjalani perjalanan spiritual.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, kedatangan Bhikkhu Thudong diharapkan menjadi momen yang membawa kesejukan sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama di Banyuwangi. (ep)

