
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Areal pertanian terancam mengalami kekeringan ekstrem akibat El Nino. Yaitu, fenomena iklim yang bisa memicu penurunan curah hujan dan anomali kenaikan suhu permukaan.
Namun, bagi Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto El Nino yang terjadi ketika musim kemarau panjang yang berdampak bagi pertanian, bisa diatasi dengan gampang.
"El nino itu kan bukan sesuatu yang bencana yang gak bisa diatasi. Seharusnya pemerintah harus tanggap," ujar Michael, pada Jumat (20/10/2023) saat reses di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.
Michael menjelaskan bahwa ketika ada kekurangan air akibat musim kemarau, solusi yang tepat adalah mencari sumber air alternatif seperti pembuatan bendungan, sumur bor, dan langkah-langkah serupa.
"Itu bisa disiasati dimana kita harus hitung, ketika kekurangan air itu harus ada sumber mata air disitu, membuat bendungan, sumur bor, dan sebagainya," jelasnya.
Ia menyebut, persoalan pertanian bukan hanya masalah pasokan air, tetapi banyak termasuk kelangkaan pupuk yang sering diaspirasikan masyarakat saat reses.
"Itu masalah air, mengatasi pertanian itu banyak, ada pupuk dan semua persoalan ada. Itu tinggal kebijakan. Kebijakan yang baik pro-petani itu sangat-sangat gampang jika yang ngambil kebijakan ngerti tentang pertanian," terangnya.
Michael menegaskan bahwa semua ini dapat diatasi melalui kebijakan yang tepat. Keputusan yang mendukung petani akan mudah diimplementasikan jika yang membuat kebijakan memiliki pemahaman yang baik tentang pertanian.
Menurut Ketua DPC Partai Demokrat tersebut, banyak yang tidak mengerti cara mengatasi persoalan pertanian termasuk pupuk.
"Padahal pupuk ini sangat mudah diatasi, kalau Demokrat diizinkan menang, saya yakin saya bisa mengatasi untuk membantu petani karena itu butuh kebijakan saja," pungkasnya. (rq)