Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Forkopimda saat Cek Gudang Bulog Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Perum Bulog Banyuwangi memastikan stok MinyaKita dan beras di Banyuwangi dalam kondisi aman saat Ramadan. Bahkan, untuk beras disebut surplus dan siap menopang kebutuhan wilayah Indonesia Timur.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspitasari mengungkapkan, stok MinyaKita yang tersedia saat ini mencapai 38.000 liter. Dalam waktu dekat, Bulog juga akan menerima tambahan pasokan sebanyak 100.000 liter yang masih dalam perjalanan.
“Stok hari ini 38.000 liter dan sementara ini kita mendatangkan 100.000 liter. Dari akhir periode Desember 2025, di atas tanggal 20 sampai bulan ini, kita sudah menyalurkan 368.000 liter ke 108 kios yang ada di Banyuwangi,” ujar Dwiana, Rabu (25/02/2026).
Ia menegaskan, dengan adanya pelonggaran distribusi MinyaKita, harga tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan. Seluruh kios dan pengecer diminta menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
“Tentunya dengan adanya pelonggaran MinyaKita, harga tidak ada lonjakan dan teman-teman kios maupun pengecer menjual maksimal sesuai HET yakni Rp 15.700,” tegasnya.
Dwiana menjelaskan, distribusi ke masing-masing kios menyesuaikan kapasitas gudang dan perputaran barang (revolving). Setiap pasar memiliki kemampuan tampung berbeda.
“Contohnya di Pasar Banyuwangi Kota kapasitasnya per minggu 50 sampai 100 karton sesuai space gudang. Di Pasar Blambangan sekitar 75 sampai 100 karton. Berbeda lagi dengan KDMP karena kapasitas gudang dan revolving-nya lebih besar,” jelasnya.
Sementara itu, untuk stok beras, Bulog Banyuwangi saat ini menguasai 97.000 ton yang tersebar di seluruh gudang di wilayah setempat. Jumlah tersebut dinilai sangat aman.
“Stok beras saat ini 97.000 ton yang tersebar di seluruh gudang di Banyuwangi. Jadi ini sangat aman. Bahkan surplus dan bisa membantu wilayah timur yang kekurangan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani seiring tren kenaikan panen di Banyuwangi. Dari target tahunan 69.360 ton, hingga Februari ini realisasi serapan sudah mencapai 29.000 ton atau sekitar 29 persen.
“Alhamdulillah harga beras stabil karena kita gelontorkan beras SPHP. Jaringan pengecer, kios maupun KDMP untuk beras SPHP ada di 119 titik,” tambah Dwiana.
Selain itu, pihaknya juga rutin menggelar Gerakan Pangan Murah bersama Diskopumdag di berbagai kecamatan secara bergilir.
Menanggapi keluhan sejumlah pedagang yang kesulitan memperoleh MinyaKita, Dwiana menjelaskan ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi, yakni memiliki NPWP dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kita sudah bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Perdagangan serta pelayanan satu atap untuk membantu percepatan pembuatan NIB. Nanti dijadwalkan di titik-titik pasar, pedagang yang berminat akan kita bimbing bersama Diskop untuk pendaftaran NIB melalui OSS,” jelasnya.
Distribusi MinyaKita sendiri diawasi melalui sistem SIMIRAH. Setiap pengecer dan kios wajib memiliki akun dan email sehingga pemesanan serta stok dapat terpantau secara transparan.
“Karena MinyaKita diawasi melalui SIMIRAH, jadi pengecer maupun kios punya akun. Saat order terlihat berapa pesanannya dan stoknya,” pungkasnya. (ep)

