
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Eskalasi kunjungan ke TPU Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi meningkat sejak heboh kasus dugaan perusakan 40 batu nisan, Rabu (24/11/2024). Kompleks pemakaman yang letaknya di belakang Koramil 0825/19 Sempu itu padahal hanya ramai kunjungan warga saat momen tertentu.
Akan tetapi sejak kasus dugaan perusakan itu mencuat terjadi peningkatan kunjungan di hari biasa. Sekadar pingin tahu, ataupun ahli waris sengaja datang memastikan kondisi makam leluhur mereka.
Seperti yang dilakukan Atmo Wiyantono (45), warga Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Kedatangannya ke makam pada Sabtu (23/11/2024) pagi memastikan kondisi makam leluhurnya aman.
"Datang keisni setelah tau ada kabar banyak batu nisan dirusak," ujarnya.
Atmo sebelumya mengaku was-was karena pesarean orang tuanya itu berada di dekat makam yang menjadi sasaran perusakan. Lega dirinya setelah tahu bahwa makam leluhurnya masih utuh.
"Alhamdulillah masih utuh tidak ada yang rusak sedikitpun. Sempat was-was sebelum datang ke makam," ungkapnya.
Dirinya pun tak habis pikir apa yang melatarbelakangi pelaku melakukan hal nyeleneh itu. Sesuatu yang baru ia temukan dan masih asing ditelinga penduduk Sempu.
Kendati makam leluhur masih utuh, Atmo masih dibayangi rasa khawatir lantaran pelaku perusakan belum juga tertangkap. Ia berharap polisi segera menangkap pelaku agar tabir kasus ini bisa terkuak.
"Semoga polisi segera menangkap pelaku. Kelakuan seperti itu tidak bisa ditoleransi," ujarnya.
Beda halnya dengan Satria Madangkara (30) warga asal Desa/Kecamatan Bangorejo yang datang hanya untuk melihat saja. Tidak ada maksud lain selain melihat kabar heboh yang mengehebohkan jagat dunia maya.
"Taunya dari IG kalau ada perusakan puluhan batu nisan. Karena penasaran akhirnya kesini dan melihat langsung," ucapnya.
Kendati tak memilki keluarga yang dimakamkan di TPU Tapaklembu, Satria berharap agar pelaku bisa segera tertangkap. Karena tindakan pelaku cukup meresahkan.
"Biar tau apa yang menjadi motif dibalik perusakan baru nisan itu," tambahnya.
Sebelum heboh kasus perusakan makam ini sempat heboh aksi gedor pintu rumah bikin resah warga Dusun Tapaklembu yang menjadi korban. Aksi gedor pintu itu dibenarkan Kepala Dusun Tapaklembu Nanang Satrianto.
"Belum tau itu ada keterkaitan atau tidak, tapi sebelumnya ada laporan kalau saat malam ada orang yang menggedor-gedor rumah warga," ujarnya.
Dugaannya, orang yang bikin gaduh dan menggedor-gedor rumah warga itu merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau orang yang sedang mabuk.
"Mungkin orang mabuk, tapi tidak diketahui itu siapa," terangnya.
Meski begitu, Nanang mengaku tidak ingin menduga-duga siapa pelaku perusakan makam yang membuat warga geger itu. Dan tak ingin berspekulasi lebih menyoal apakah ada keterkaitan antara peristiwa gedor pintu itu dengan aksi perusakan 40 batu nisan
"Untuk siapa pelakunya biar nanti diselidiki pihak kepolisian. Kami tidak ingin menduga dan berspekulasi," katanya. (ep)