Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Hadiri Panen Jagung di Green Farm Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Provinsi Jawa Timur semakin menegaskan posisinya sebagai daerah daulat pangan. Hingga Februari 2026, total panen jagung Jatim tercatat mencapai 4,8 juta ton atau tertinggi secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri panen jagung di Pusat Pelatihan Pertanian Taruna Bumi, kawasan Green Farm Banyuwangi, Sabtu (28/02/2026).
“Panen jagung Jawa Timur berkontribusi 4,8 juta ton. Di bawahnya Jawa Tengah 2,8 juta ton, artinya kita hampir dua kali lipat. Posisi ketiga Sumatera Utara sekitar 1,3 juta ton,” ujar Khofifah.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Jatim telah melampaui level ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan. Terlebih, kontribusi jagung pipilan kering dari Jatim hampir menyentuh 30 persen kebutuhan nasional.
“Hampir 30 persen jagung pipilan kering nasional berasal dari Jawa Timur. Dulu sering disebut Gorontalo sebagai sentra, padahal pasarnya memang banyak dikumpulkan di sana,” jelasnya.
Panen dilakukan di lahan seluas 50 hektare di Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Jagung yang dipanen menggunakan benih varietas Jenderal.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Kapolda Jatim Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Kapolresta Banyuwangi Rofik Ripto Himawan.
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menegaskan dukungan kepolisian dalam penguatan sektor pangan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi.
“Kita dorong peningkatan kualitas dan kuantitas. Kami sudah menyiapkan gudang di Mojokerto dengan kapasitas 4.000 ton untuk membantu penyerapan hasil panen sekaligus pengembangan pemasaran, sehingga petani bisa lebih sejahtera,” ujarnya.
Ia menambahkan, jagung yang masuk ke gudang saat ini hampir 200 ton dan masih terus berproses mengikuti siklus panen dan pengeringan guna menjaga mutu.
“Konsep pangan ini bisa dikembangkan lebih luas, baik untuk kebutuhan manusia maupun ternak. Karena kualitas pakan ternak nantinya akan berpengaruh pada kualitas konsumsi manusia juga,” tandasnya.
Dengan capaian produksi yang terus meningkat dan dukungan infrastruktur penyimpanan, Jatim optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat posisi sebagai lumbung jagung nasional. (ep)

