Tebing yang Longsor di Jalur Gumitir (Foto: Relawan Gumitir/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Perbaikan tebing longsor di Jalur Gumitir terus dikebut menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pengerjaan dimulai sejak Jumat (27/02/2026) dengan menerapkan sistem buka-tutup selama 24 jam di titik proyek.
Lokasi perbaikan berada di Jalan Nasional III KM 236+750 (sebelumnya tertulis KM 236+900) Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru. Di titik tersebut, tebing mengalami longsor dengan kedalaman sekitar 6 meter dan lebar 3 meter. Bahkan jarak antara titik longsor dengan badan aspal sempat tersisa kurang lebih 60 sentimeter.
Kondisi itu dinilai cukup membahayakan karena Jalur Gunung Gumitir merupakan akses utama penghubung Jember-Banyuwangi sekaligus jalur vital distribusi logistik dan mobilitas warga.
Ketua Relawan Gumitir, Wiji Hariyanto, mengatakan percepatan perbaikan menjadi langkah penting agar jalur tetap aman saat puncak mudik.
“Perbaikan ini sangat mendesak karena posisi longsor sudah sangat dekat dengan badan jalan. Kalau tidak segera diperkuat, berisiko menggerus aspal,” ujar Wiji.
Menurutnya, sistem buka-tutup diberlakukan karena sebagian badan jalan digunakan untuk penempatan material dan alat berat.
“Kami bersama petugas PU berjaga bergantian 24 jam untuk mengatur arus kendaraan dari dua arah. Arus tetap jalan, tapi bergantian supaya aman,” jelasnya.
Wiji mengimbau pengendara agar bersabar saat melintas di kawasan Gumitir, terutama di jam-jam padat.
“Yang paling penting jangan menyerobot antrean. Medannya tanjakan dan turunan tajam, kalau macet total bisa berbahaya,” tegasnya.
Selain itu, pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama rem dan kopling. Cuaca juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena kawasan Gumitir rawan hujan dan licin.
Dinas Pekerjaan Umum bersama relawan menargetkan penguatan tebing atau plengsengan rampung sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026. Harapannya, jalur legendaris penghubung Jember-Banyuwangi itu tetap fungsional, aman, dan nyaman dilalui masyarakat.

