Aksi Demo Mahasiswa di DPRD dan Pemkab Banyuwangi Tuntut Isu Lokal dan Nasional

1emoi.jpg Aksi Massa Demo Mahasiswa yang Mengatasnamakan Banyuwangi Menggugat (Foto: Tanti/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Banyuwangi, Jumat (19/06/2026). Massa aksi menyampaikan sejumlah aspirasi terkait isu lokal maupun nasional.


Aksi yang mengatasnamakan Aliansi Banyuwangi Menggugat tersebut diikuti oleh sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).


Massa aksi tampak mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol penyampaian aspirasi. Aksi diawali dengan berkumpul di kawasan Universitas 17 Agustus (UNTAG) Banyuwangi sebelum bergerak menuju Gedung DPRD Banyuwangi.


Usai menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Banyuwangi, massa mahasiswa kembali melanjutkan aksi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sekitar pukul 16.40 WIB.


Ketua BEM UNTAG Banyuwangi, Rofi’uddin Rohmatullah mengatakan, dalam aksi tersebut pihaknya membawa tujuh tuntutan yang terdiri dari lima isu nasional dan dua isu lokal Banyuwangi.


"Ada tujuh tuntutan utama kita, lima tuntutan isu nasional dan dua tuntutan isu lokal di Banyuwangi," ujar Rofi.


Untuk isu nasional, mahasiswa menyoroti sejumlah hal, di antaranya tuntutan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), serta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah.


Selain itu, mahasiswa juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penghentian militerisme di ranah sipil, serta jaminan pendidikan yang inklusif.


Sementara untuk isu lokal Banyuwangi, massa aksi menyampaikan tuntutan agar belanja operasional pemerintah lebih diarahkan pada belanja modal. Mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk mengawal dan melakukan audit terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).


Aksi yang diikuti sejumlah organisasi mahasiswa tersebut berjalan dengan pengamanan aparat kepolisian. Mahasiswa menyampaikan aspirasi secara bergantian di depan gedung DPRD dan Pemkab Banyuwangi.


Di DPRD, massa ditemui sejumlah anggota DPRD. Sementar di Pemkab, mereka ditemui Sekda Banyuwangi. Setelah rangkaian aksi selesai, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (rq)