Pemakaman Korban KM Virgo Transport 8 di Genteng Diiringi Banyak Orang (Foto: Genteng24Jam/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Suasana haru menyelimuti pemakaman Soni Marta, salah satu korban KM Virgo Transport 8, di TPU Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Minggu (04/10/2026).
Di tengah keluarga yang masih diselimuti duka, seorang anak laki-laki bernama Mohammad Firman Eka Putra berusaha berdiri tegar di sisi jenazah ayahnya.
Firman yang merupakan pelajar SMK di Genteng, mendapat kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang ayah. Dengan suara terbata-bata, ia mengumandangkan azan dan iqamah sebelum jenazah Soni dimakamkan.
Namun, ketegaran itu tak berlangsung lama. Tangis Firman pecah ketika melihat ayah yang begitu dicintainya harus pergi untuk selamanya.
Azan dan iqamah yang dikumandangkannya menjadi persembahan terakhir seorang anak untuk ayahnya.
Di sisi lain, sang ibu, Rini Handayani, juga tak kuasa menahan kesedihan. Kepergian Soni membuatnya harus menghadapi kenyataan bahwa kini ia akan menjalani hari-hari bersama anak-anak tanpa sosok suami di sampingnya.
Dengan suara lirih, Rini mengungkapkan kesedihannya.
“Awakmu Saiki wes gak enek terus aku ambek arek-arek Karo sopo mas,” ucap Rini.
Tangisnya kembali pecah.
“Aku gak kuat lek mok tinggal ngene Ki,” lanjutnya.
Sebelum dimakamkan, jenazah Soni terlebih dahulu tiba di rumah duka di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, sekitar pukul 12.30 WIB. Kedatangan jenazah langsung disambut isak tangis keluarga, kerabat, dan warga yang telah menunggu.
Keluarga sebelumnya mendapat kabar bahwa Soni telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi oleh pihak perusahaan yang menaungi kapal.
Jordan Valentino, anak sambung Soni, mengatakan pihak keluarga memastikan jenazah tersebut merupakan ayahnya setelah melihat sejumlah barang yang dikenakan korban.
“Dari pihak perusahaan yang menaungi kapal, kami mendapat informasi kalau ayah saya sudah ditemukan dan sudah diidentifikasi, Sabtu kemarin,” kata Jordan.
Keyakinan keluarga semakin kuat setelah melihat barang-barang milik Soni.
“Ada barang sweater warna hitam yang memang itu punya ayah saya. Sama gelang yang dipakai itu couple-an sama adik saya yang kecil. Jadi kami yakin itu memang ayah saya,” ujarnya.
Bagi Jordan, Soni bukan sekadar sosok ayah. Ia menggambarkan Soni sebagai orang yang bertanggung jawab dan menyayangi anak-anaknya tanpa membeda-bedakan.
Soni juga dikenal sebagai sosok yang sabar dan selalu memberikan perhatian kepada keluarganya.
Kini, kenangan tentang sosok tersebut menjadi bagian yang harus disimpan oleh keluarga. (ep)

