LPG di Banyuwangi-Situbondo Terdampak Gangguan Operasional, Pihak Terkait Siapkan Distribusi Alternatif

1aahyuv.jpg Ilustrasi AI

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Penyaluran LPG di wilayah Banyuwangi dan Situbondo terdampak gangguan operasional fasilitas pengisian LPG milik PT MMP Bosowa. Kondisi itu terjadi setelah adanya kegiatan penyampaian aspirasi terkait persoalan lahan di lingkungan perusahaan pada Rabu (26/08/2026).


Gangguan tersebut membuat akses menuju fasilitas pengisian menjadi terbatas. Dampaknya, proses pengisian skid tank LPG untuk sejumlah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) yang melayani Banyuwangi dan Situbondo ikut terganggu.


Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) pun melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan LPG bagi masyarakat.


Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan pihaknya terus memantau kondisi stok dan penyaluran LPG di kedua wilayah tersebut.


"Pertamina terus memantau stok dan penyaluran LPG di Banyuwangi dan Situbondo. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional pengisian dapat segera kembali berjalan dan kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi," kata Ahad dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).


Berdasarkan pemantauan sementara Pertamina, terdapat delapan SPBE yang melayani kebutuhan LPG di wilayah Banyuwangi dan Situbondo. Dari jumlah tersebut, lima SPBE mengalami keterbatasan stok.


Kondisi itu menjadi perhatian Pertamina karena dapat berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat apabila pasokan LPG belum kembali diterima dalam waktu dekat.


Untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan, Pertamina berkoordinasi dengan manajemen PT MMP Bosowa agar proses pengisian skid tank dapat kembali beroperasi. Koordinasi juga dilakukan dengan aparat penegak hukum (APH) guna mendukung keamanan serta kelancaran distribusi.


Pertamina turut menyiapkan skenario penyaluran melalui jalur alternatif. Strategi tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi stok di masing-masing SPBE, ketersediaan armada, serta akses jalan yang dapat digunakan.


"Pertamina telah menyiapkan skenario distribusi alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan armada, stok di masing-masing SPBE, serta kondisi akses jalan. Langkah ini dilakukan agar penyaluran LPG tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan distribusi," ujarnya.


Pertamina memastikan evaluasi kondisi di lapangan terus dilakukan. Strategi penyaluran akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan perkembangan stok, kebutuhan masyarakat, serta kondisi operasional dan akses distribusi.


Langkah mitigasi tersebut dilakukan untuk menjaga rantai pasok LPG tetap berjalan sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat di Banyuwangi dan Situbondo dapat terpenuhi.


Pertamina berharap situasi di fasilitas pengisian LPG milik PT MMP Bosowa segera kembali kondusif sehingga proses pengisian dan distribusi LPG dapat berjalan normal.


Masyarakat yang membutuhkan informasi atau hendak menyampaikan laporan terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (ep)