Bersihkan Sampah di Sungai, Petani di Banyuwangi Tewas Terseret Arus dan Tersangkut Cor Jembatan

1gui.jpg Lokasi Korban Terseret Arus Sungai (Foto: Polsek Pesanggaran/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Niat membersihkan tumpukan sampah di sungai berujung petaka. Seorang petani inisial SW (65), warga Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi meninggal dunia usai terseret arus sungai saat kerja bakti membersihkan sampah di bawah jembatan depan Masjid Al Falah, Selasa (26/05/2026) siang.


Korban sempat tersangkut di bagian cor jembatan bersama rekannya, MJ (65), yang berhasil diselamatkan warga. Proses evakuasi korban berlangsung dramatis hingga memakan waktu sekitar tiga jam karena warga harus membongkar sebagian konstruksi cor jembatan yang baru dibangun.


Kapolsek Pesanggaran Kompol Maskur melalui jajaran Polsek Pesanggaran menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB saat korban bersama enam warga lain melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan.


“Saat itu korban bersama warga mencoba menahan tumpukan sampah menggunakan batang bambu agar tidak hanyut dan menumpuk di bawah jembatan,” ujar Kompol Maskur.


Namun nahas, bambu yang digunakan tak mampu menahan derasnya arus dan tekanan sampah. Batang bambu itu kemudian patah dan menghantam korban hingga SW dan MJ terjatuh ke sungai.


“Keduanya terseret arus dan tersangkut di bagian cor jembatan. Warga langsung berusaha menolong, tetapi arus sungai cukup deras sehingga proses penyelamatan mengalami kesulitan,” katanya.


Dalam kejadian itu, MJ berhasil selamat karena posisi kepalanya masih berada di atas permukaan air sehingga masih bisa bernapas. Sedangkan SW ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah cukup lama terjepit di bawah cor jembatan.


Warga bersama aparat kepolisian dan petugas medis akhirnya melakukan pembongkaran sebagian konstruksi jembatan untuk mengeluarkan tubuh korban yang terjepit. Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian warga sekitar.


“Evakuasi korban membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam karena posisi korban tersangkut di bagian cor jembatan sehingga harus dilakukan pembongkaran,” tambahnya.


Petugas medis dari Puskesmas Pesanggaran yang melakukan pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan berat pada tubuh korban. Korban hanya mengalami luka lecet ringan akibat benturan batu saat terbawa arus sungai.


“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal akibat kehabisan oksigen setelah terseret arus dan terjebak di bawah konstruksi jembatan,” jelasnya.


Polisi memastikan kejadian tersebut murni kecelakaan saat kerja bakti membersihkan sampah di sungai. Pihak keluarga korban juga telah menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.


“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi. Situasi di lokasi juga berlangsung aman dan kondusif,” pungkasnya. (ep)