Dapur Rumah di Ketapang Banyuwangi Terbakar Usai Pemilik Diduga Lupa Matikan Kompor

1yuvuhy.jpg Petugas Damkar Memadamkan Api di Dapur Rumah Warga Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dapur rumah milik Adi Sufyan di Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, terbakar pada Minggu (11/10/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu kompor gas yang masih menyala setelah digunakan untuk memasak pentol cilok.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono, menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.10 WIB. Api pertama kali diketahui setelah seorang warga bernama Moch. Supriyanto mendengar suara letupan dari arah rumah korban.


“Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, pemilik rumah sebelumnya memasak pentol cilok di dapur. Setelah selesai memasak, pemilik mengira kompor sudah dimatikan, kemudian meninggalkan dapur dan beristirahat bersama istri serta kedua anaknya di dalam kamar,” jelas Edy.


Tak lama kemudian, Supriyanto yang tinggal tidak jauh dari lokasi mendengar suara letupan cukup keras. Ia lantas memeriksa sumber suara tersebut. Saat mendekati rumah Adi, saksi kembali mendengar letupan untuk kedua kalinya.


“Saksi kemudian melihat asap keluar dari bagian dapur rumah. Mengetahui kondisi itu, saksi segera memanggil pemilik rumah yang sedang berada di kamar dan meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan penanganan awal,” kata Edy.


Supriyanto selanjutnya menghubungi layanan darurat Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan. Sembari menunggu petugas datang, warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kobaran tidak semakin membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.


Menurut Edy, berdasarkan investigasi awal, kebakaran diduga bermula dari kompor gas LPG yang masih menyala setelah digunakan memasak. Panas dari kompor kemudian memicu membesarnya api di sekitar sumber panas.


“Api diduga mengenai selang penghubung tabung LPG sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan atau kebocoran. Gas yang keluar kemudian terbakar dan memperbesar kobaran api, disertai suara letupan,” terangnya.


Api selanjutnya menyambar benda-benda yang mudah terbakar, termasuk meja berbahan kayu, sebelum merambat ke bagian bangunan hingga mencapai atap dapur.


Laporan kebakaran diterima Damkarmat pada pukul 22.18 WIB. Armada berangkat tiga menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 22.49 WIB. Petugas mulai melakukan penanganan sekitar pukul 22.50 WIB, sedangkan api berhasil dipadamkan pada pukul 22.54 WIB. Proses penanganan dinyatakan selesai pukul 23.41 WIB.


Edy menambahkan, petugas sempat menghadapi kendala kemacetan lalu lintas di kawasan Ketapang saat menuju lokasi. Kondisi tersebut menghambat perjalanan armada sehingga petugas harus berupaya mengurai kepadatan agar bisa segera mencapai tempat kejadian.


Dalam peristiwa tersebut, area dapur berukuran sekitar 12 x 4 meter terdampak kebakaran. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 4 juta, meliputi bangunan dapur, meja, kompor, dan peralatan dapur lainnya.


Meski demikian, bangunan utama rumah beserta perabotan di dalamnya berhasil diselamatkan. Nilai aset yang terselamatkan ditaksir sekitar Rp 150 juta. Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, rumah dihuni empat orang.


Petugas Damkarmat bersama unsur kepolisian dan warga terlibat dalam penanganan kejadian tersebut. (ep)