SMPN 2 Genteng, Pencetak Generasi Juara dengan 125 Prestasi

1smp.jpg Kepala SMP Negeri 2 Genteng, Saiful Khoderi Bersama Siswa Siswi Berprestasi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – SMP Negeri 2 Genteng, Banyuwangi, terus mendorong lahirnya generasi berprestasi melalui pengembangan bakat, penguatan karakter, dan pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Hingga 2026, siswa dari kelas VII hingga IX berhasil mengukir total 125 prestasi di berbagai bidang, mulai dari seni, olahraga, bahasa Inggris, sains, kepramukaan, hingga kegiatan pengembangan karakter.


Kepala SMP Negeri 2 Genteng, Saiful Khoderi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dirancang dan dijalankan secara berkelanjutan. Menurutnya, prestasi siswa tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan melalui program sekolah yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi.


“Capaian prestasi yang telah diraih anak-anak SMPN 2 Genteng dari kelas VII sampai kelas IX sebanyak 125 prestasi. Itu tentunya tidak ujug-ujug dicapai, tetapi melalui proses yang telah diprogramkan oleh sekolah,” ujar Saiful.


Di bidang seni-budaya, tim tari SMPN 2 Genteng berhasil menyabet Juara 1 Lomba Tari Gandrung Kembang Dermo kategori kelompok. Prestasi tersebut diraih melalui penampilan Sabrina Gitsa Hapsari, Geisya Aprilia Saputra, Gayatri Puvenda Sari, Rahelia Zahira Dafania, dan Putri Ningtyas.


Tak hanya kategori kelompok, siswa SMPN 2 Genteng juga mencatatkan prestasi tari tunggal di tingkat provinsi dan Keresidenan Besuki. Gadis Afrilia Dwi Azahra, Andini Puspa Rania, serta Mischaella Nafis Syauqya turut menyumbangkan capaian di bidang seni tari.


Keberhasilan itu memperlihatkan bahwa seni tradisional, termasuk tari Gandrung yang menjadi identitas budaya Banyuwangi, tetap memiliki ruang untuk berkembang di kalangan generasi muda melalui pembinaan di sekolah.


Prestasi SMPN 2 Genteng tidak berhenti di panggung seni. Di bidang akademik dan sains, Keandra Hayfa Sakha Muhail berhasil meraih Juara 2 Olimpiade Kurva, sedangkan Gishel Lutfi Pratama menyabet Juara 3 dalam ajang yang sama di tingkat nasional.


Pada bidang keagamaan, Erico Setiawan meraih Juara 4 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat SMP/MTs. Sementara itu, siswa-siswa lainnya turut menyumbangkan prestasi melalui kegiatan kepramukaan dan Jambore Remaja Sehat.


Ragam capaian tersebut menjadi bagian dari total 125 prestasi yang dicatat sekolah selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026. Keberhasilan di berbagai bidang menunjukkan bahwa pengembangan potensi siswa tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga mencakup kreativitas, keterampilan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.


Salah satu upaya yang dilakukan sekolah adalah mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler. Berbagai kegiatan disediakan untuk menampung sekaligus mengasah bakat dan minat siswa, mulai dari bola basket, bola voli, sepak bola, hingga bidang kuliner.


Saiful menyebut siswa didorong menemukan bidang yang sesuai dengan potensinya. Sekolah juga berupaya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih, berkompetisi, dan memperoleh pengalaman yang mendukung perkembangan kemampuan mereka.


“Programnya dengan mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya basket, voli, sepak bola sampai kuliner. Ini dalam rangka menampung dan mengasah bakat serta minat anak-anak,” jelasnya.


Saiful menegaskan bahwa pembinaan di SMPN 2 Genteng tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik maupun nonakademik. Sekolah juga menanamkan karakter disiplin melalui program pembiasaan yang diikuti seluruh siswa setiap pagi.


Selain itu, terdapat kegiatan pembiasaan peribadatan setiap Jumat untuk meningkatkan ketakwaan siswa. Program tersebut diharapkan menjadi fondasi pembentukan perilaku positif, baik ketika berada di sekolah maupun saat berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat.


“Di samping itu, sekolah juga mendidik karakter disiplin melalui program pembiasaan yang diikuti seluruh siswa setiap pagi, termasuk pembiasaan kegiatan peribadatan setiap Jumat dalam rangka meningkatkan ketakwaan,” ungkapnya.


Menurut Saiful, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari banyaknya penghargaan yang diraih. Siswa juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.


Ia berharap SMPN 2 Genteng dapat terus berkembang menjadi sekolah percontohan, baik dalam bidang akademik, nonakademik, maupun pembentukan karakter peserta didik.


“Mudah-mudahan SMPN 2 Genteng bisa menjadi sekolah role model, baik akademik maupun nonakademik, serta dalam perilaku dan karakter. Anak-anak diharapkan bisa memberikan contoh yang baik bagi diri sendiri, teman, lingkungan, maupun di tempat tinggalnya,” pungkasnya. (ep)