Dua Nelayan Muncar Diduga Hilang saat Melaut, Keluarga Masih Menunggu Kepastian

1dybui.jpg Perahu yang Digunakan Nelayan Bernama Suntoro dan Rekannya yang Dikabarkan Hilang (Foto: Risma Fatimah)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Dua nelayan asal Kecamatan Muncar, Banyuwangi, dilaporkan hilang saat melaut sejak 21 Februari 2026. Hingga kini keluarga korban masih menunggu kepastian keberadaan keduanya.


Kedua nelayan tersebut adalah Suntoro (54), warga Palodem, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, serta rekannya Subairi (55) yang akrab disapa Man Tukul. Keduanya diketahui berangkat melaut menggunakan perahu jenis speed dari perairan Pancer, Banyuwangi menuju Puger, Kabupaten Jember.


Anak dari Suntoro, Risma Fatimah, mengatakan hingga saat ini keluarga belum menerima kabar mengenai keberadaan ayahnya sejak terakhir aktif pada 21 Februari 2026.


“Bapak saya terakhir aktif di WhatsApp tanggal 21 Februari 2026. Setelah itu sampai sekarang belum ada kabar sama sekali,” ujar Risma, Minggu (08/02/2026).


Ia menjelaskan ayahnya berangkat melaut bersama satu rekannya dari perairan Pancer menuju wilayah Puger. Informasi yang diterima keluarga menyebutkan sempat ada nelayan yang menemukan perahu serta sesosok jenazah di sekitar lokasi tersebut.


“Saya dapat informasi dari nelayan di Bande Alit bahwa mereka sempat melihat perahu bapak saya dan ada jenazah di dekat perahu itu sekitar seminggu lalu. Tapi tidak langsung dibawa ke darat karena kondisi ombak dan mereka takut,” kata Risma.


Menurutnya, saat nelayan tersebut kembali mengecek ke lokasi pada keesokan harinya, perahu dan jenazah yang sebelumnya terlihat sudah tidak berada di tempat semula.


Keluarga kemudian melakukan pencarian secara mandiri pada Kamis (05/03/2026) dengan menyusuri pesisir Bande Alit melalui jalur darat. Dalam pencarian tersebut mereka menemukan dua mesin perahu serta sebuah boks berwarna kuning yang diyakini milik korban.


“Kami sempat mencari lewat jalur darat di pesisir Bande Alit. Di sana kami menemukan dua mesin milik bapak saya dan boks kuning yang kami pastikan milik beliau,” ungkapnya.


Risma menambahkan pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Namun hingga kini mereka masih diminta menunggu perkembangan informasi lebih lanjut.


“Kami sudah melapor ke pihak terkait, tapi saat ini masih diminta menunggu. Kami hanya berharap ada kepastian tentang keberadaan bapak saya dan rekannya,” pungkasnya. (ep)