Lansia di Muncar Ditemukan Meninggal dalam Rumah, Diduga Wafat Dua Hari Sebelum Ditemukan

1yubui1.jpg Polisi, Petugas Medis dan Warga Sekitar Mendatangi Lokasi Kejadian (Foto: Polsek Muncar/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Seorang perempuan lanjut usia di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Sabtu (13/6/2026) sore. Korban diketahui S (69), warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.


Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas maupun keluar rumah. Selama ini, S diketahui tinggal seorang diri di rumahnya.


Kapolsek Muncar AKP Mujiono mengatakan, penemuan jenazah bermula dari kecurigaan warga sekitar yang tidak melihat korban selama beberapa hari. Kondisi rumah korban juga terlihat tertutup rapat seperti tidak berpenghuni.


"Warga kemudian menghubungi pihak keluarga untuk memastikan keberadaan korban karena sudah beberapa hari tidak terlihat keluar rumah," ujar AKP Mujiono.


Mendapat informasi tersebut, adik kandung korban, M. Nur (63), mendatangi rumah S sekitar pukul 15.30 WIB. Saat masuk ke dalam rumah, saksi mendapati korban sudah tergeletak di ruang tengah dalam kondisi meninggal dunia.


"Setelah menemukan korban dalam keadaan meninggal, saksi langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian," katanya.


Menerima laporan itu, petugas Polsek Muncar bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Kedungrejo dan perangkat desa langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta meminta keterangan sejumlah saksi.


Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi adanya tindak pidana maupun kekerasan. Korban diperkirakan sudah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan," terangnya.


Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang diserahkan kepada petugas.


"Karena keluarga menolak autopsi dan menerima peristiwa ini sebagai takdir, jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tambahnya.


AKP Mujiono juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap warga lanjut usia yang tinggal seorang diri.


"Kami mengajak masyarakat untuk saling memperhatikan tetangga, khususnya lansia yang hidup sendiri. Jika ada kondisi yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan, segera laporkan kepada keluarga maupun aparat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti," pungkasnya. (ep)