Paceklik Ikan 8 Bulan, Nelayan Grajagan Banyuwangi Bertahan Hidup dengan Servis Perahu

1hyub.jpg Perahu Nelayan Grajagan, Kec. Purwoharjo, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Musim paceklik yang berkepanjangan membuat kehidupan nelayan di pesisir Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, kian berat. Selama sekitar delapan bulan terakhir, hasil tangkapan ikan terus menurun sehingga pendapatan nelayan merosot drastis.


Pemandangan perahu-perahu yang lebih banyak bersandar di tepi pantai kini menjadi hal biasa di kawasan Grajagan. Bukan karena cuaca ekstrem atau gelombang tinggi, melainkan karena hasil melaut yang dinilai tak lagi sebanding dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan.


Sejumlah nelayan mengaku kerap pulang dengan hasil tangkapan minim. Bahkan tak jarang mereka kembali ke daratan tanpa membawa ikan sama sekali setelah berjam-jam mencari di tengah laut.


Kondisi tersebut memaksa sebagian nelayan mencari pekerjaan alternatif demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dilakukan Gendon, nelayan asal Grajagan yang kini menerima jasa perbaikan mesin dan servis perahu milik sesama nelayan.


Menurut Gendon, pekerjaan sampingan tersebut menjadi satu-satunya cara agar dapur tetap mengepul di tengah sulitnya memperoleh hasil tangkapan ikan.


"Kalau hanya mengandalkan hasil melaut sekarang sangat sulit. Kadang dapat sedikit, kadang tidak dapat sama sekali. Jadi saya memanfaatkan kemampuan memperbaiki mesin kapal untuk menambah penghasilan," ujar Gendon, Jumat (12/06/2026).


Ia mengaku kondisi paceklik tahun ini terasa lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, dirinya tetap berharap musim ikan segera kembali normal sehingga aktivitas melaut dapat kembali menjadi sumber penghasilan utama.


Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Grajagan, Heru Prasetyo, membenarkan adanya penurunan hasil tangkapan nelayan dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi perubahan musim dan faktor cuaca yang berdampak terhadap keberadaan ikan di perairan selatan Banyuwangi.


"Produksi hasil tangkapan nelayan memang mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan kondisi normal. Fenomena ini diduga berkaitan dengan perubahan musim dan kondisi perairan yang memengaruhi sebaran ikan," kata Heru.


Heru menjelaskan, menurunnya produksi tangkapan otomatis berdampak pada pendapatan masyarakat nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor perikanan tangkap.


Meski berada dalam situasi sulit, sebagian besar nelayan Grajagan tetap memilih melaut. Mereka berharap musim ikan segera tiba sehingga kondisi ekonomi masyarakat pesisir bisa kembali membaik.


Sementara itu, nelayan lain memilih memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk mencari tambahan penghasilan, mulai dari memperbaiki perahu, menjadi buruh harian, hingga membuka usaha kecil-kecilan.


Paceklik ikan yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir itu menjadi ujian tersendiri bagi masyarakat pesisir Grajagan. Namun di tengah keterbatasan, para nelayan tetap berusaha bertahan sembari menunggu laut kembali menghadirkan harapan. (ep)