Google Maps Bikin Mobil Tersasar ke Kebun Kendenglembu Banyuwangi, Berujung Damkar Turun Tangan

0_moil_tersasar_bwi2025.jpg Petugas Damkar Mengevakuasi Mobil yang Tersasar ke Kebun Kendenglembu Banyuwangi (Foto: Damkarmat Banyuwangi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Mobil/minibus berisikan keluarga asal Jember tersasar di jalur lintas selatan masuk perkebunan Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi gegara Google Maps. Sedianya mereka akan berlebaran ke rumah saudara di Kecamatan Pesanggaran, Rabu (02/04/2025) dini hari.


Akan tetapi baru lepas dari jalur Gumitir, mobil milik Jamilul Huda, asal Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, Jember itu justru menempuh rute yang salah. Jalur yang dikira adalah alternatif atau jalan pintas ternyata buntu.


Ketika hendak putar balik, kendaraan malah terperosok ke parit dikarenakan jalan sempit dan kondisinya gelap. Karena kesusahan naik ke bahu jalan, akhirnya mereka minta bantuan ke pemadam.


Peristiwa itu disampaikan Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno. Ia menyebut jika pengemudi memilih jalur pintas menggunakan Google Maps.


"Mereka menggunakan google map untuk mempercepat jarak tempuh. Akan tetapi malah nyasar ke perkebunan Kendenglembu. Lokasinya sebelum wisata Doesoen Kakao," terang Sutikno kepada BWI24Jam.


Ia menambahkan setibanya di Banyuwangi sekitar pukul 02.30 WIB. Mereka hendak mencari jalan pintas menuju Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran menggunakan Google Maps.


Alih-alih mendapat rute tercepat, mobil berisikan tiga orang itu malah kesasar.


"Jadi saat memasuki jalan raya di Kecamatan Glenmore, mobil masuk ke kanan lurus ke perkebunan Kendenglembu. Dikiranya jalur yang ditempuh adalah jalan alternatif tetapi malah menemui jalan buntu," ujarnya.


Sutikno menyebut sejatinya mereka berangkat dari Jember tak sendiri. Ada dua mobil lain yang berbarengan menuju Desa Sarongan.


Namun, mobil milik Jamilul Huda itu justru terpisah dari rombongan. Dan akhirnya mengandalkan Google Maps untuk menempuh sisa rute selanjutnya.


Karena kondisi yang sepi, jalan gelap dan kendaraan terperosok ke parit, akhirnya mereka mencari nomor darurat Damkar Banyuwangi dan meminta tolong untuk dibantu agar bisa keluar dari jalur tersebut.  Lokasinya juga jauh dari pemukiman.


"Laporan masuk ke Damkar pukul 03.02 WIB. Lalu kami tiba dilokasi sekitar pukul 03.35 WIB," jelasnya.


Ternyata benar, sopir mobil tidak bisa mengeluarkan kendaraannya dari jalur ekstrem tersebut. Meski parit tak sebegitu dalam akan tetapi roda ban tak bisa bergerak dikarenakan selip.


"Kami langsung lakukan penanganan dengan menarik kendaraan menggunakan kendaraan tangki. Alhamdulillah bisa dievakuasi hanya dalam waktu 15 menit," kata Sutikno. (ep)